Google

Facebook

Pengikut

BUKU TAMU

PROSES PEMBANGUNAN

Pendahuluan

Pembangunan mempunyai pengertian dinamis, maka tidak boleh dilihat dari konsep yang statis. Pembangunan juga mengandung orientasi dan kegiatan yang tanpa akhir. Proses pembangunan merupakan suatu perubahan sosial budaya. Pembangunan menunjukkan terjadinya suatu proses maju berdasarkan kekuatan sendiri, tergantung kepada manusia dan struktur sosialnya. Pembangunan tidak bersifat top-down, tetapi tergantung dengan “innerwill”, proses emansipasi diri. Dengan demikian, partisipasi aktif dan kreatif dalam proses pembangunan hanya mungkin bila terjadi karena proses pendewasaan.

1. Makna, Ruang Lingkup dan Dinamika Pembangunan.

Secara ilmu, pembangunan ekonomi, politik dapat diklasifikasi secara sosiologis ke dalam tiga kategori. Pertama, masyarakat yang masih bersifat tradisional; kedua adalah masyarakat yang bersifat peralihan; dan ke tiga adalah masyarakat maju. Ke tiga kategori tersebut saling berkaitan, karena berada dalam satu negara. Semua negara di dunia masih mempunyai tiga kategori tersebut, meskipun dalam negara modern sekalipun. Hanya dalam negara maju lebih mempunyai kondisi sosial yang stabil, bila dibandingkan dengan kategori dari yang pertama dan ke dua.
Pembangunan akan membawa masyarakat kepada modernisasi, dalam pengertian mencapai kemandirian pribadi, melalui suatu proses interaksi yang terjadi dalam masyarakat. Pembangunan harus dimulai dari proses perubahan-perubahan sosial yang besar dan secara kontinu. Proses atau usaha perubahan sosial tersebut dapat berati suatu proses dan usaha pembangunan. Perubahan sosial dimulai dari proses kemandirian atau dimulai dari proses konsientisasi atau emansipasi diri. Proses ini harus dimulai dengan adanya “the school of change” atau “educational of change”. Peranan pendidikan dalam pembangunan atau proses perubahan sosial menuju proses pendewasaan merupakan bagian dari proses yang sangat penting.
Dalam pembangunan, manusia secara pribadi atau masyarakat yang harus mengambil keputusan. Melalui bantuan dari agen-agen pembangunan yang berada di dalam masyarakat, mereka memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan. Pembangunan tidak akan tercapai tanpa melibatkan secara langsung seseorang atau masyarakat yang harus mengalami perubahan. Dalam hal ini, kekuatan-kekuatan pembaharuan yang terdapat dalam masyarakat harus diperhitungkan secara matang. Dengan ikut sertanya kekuatan-kekuatan pembaharuan dalam masyarakat, perubahan-perubahan sosial itu akan mempunyai kemampuan berkembang secara dinamis. Faktor-faktor dominan di dalam masyarakat harus diperhitungkan secara rinci dan bertanggung jawab. Kalau dilihat dan dievaluasi secara menyeluruh, yang berkaitan dengan proses pembangunan sosial atau politik, dapat disimpulkan karena kekuatan-kekuatan pembaharuan dalam masyarakat masih sangat lemah. Hal itu disebabkan oleh karena tingkatan pendidikan di masyarakat masih sangat rendah. Bahkan, staknasi dalam proses pembangunan telah mengakibatkan frustrasi, alienasasi, kegoncangan dalam identitas, kemerosotan jati diri dan timbulnya perilaku-perilaku aneh dalam masyarakat.
Kalau dilihat dari sebab dan akibat terhambatnya proses pembangunan, maka perlu dipikirkan cara-cara pengembangan kekuatan-kekuatan pembaharuan dalam masyarakat itu sendiri oleh setiap komponen yang bertanggung jawab dengan proses terjadinya pembangunan yang bersifat holistik. Para ahli berpendapat bahwa pembarauan dan pembangunan sangat tergantung dari sekelompok kecil unsur-unsur pembaharu. Peranan “change agent” dalam proses pembangunan menjadi sangat penting.
Dalam negara-negara berkembang, pembangunan ekonomi melalui usaha pertumbuhan ekonomi harus diutamakan. Ekonomi merupakan pusat jantung kehidupan masyarakat. Pembangunan ekonomi merupakan pusat kegiatan masyarakat yang sedang berkembang. Kestabilan ekonomi akan disusul dengan kestabilan sosial dan kestabilan politik. Sebaliknya, ketidak adilan ekonomi adalah penyebab kesenjangan sosial dan ketidakstabilan dalam bidang politik. Krisis ekonomi menyebabkan kerusuhan-kerusuhan sosial, yang telah mengarah kepeda disintegrasi dalam masyarakat. Ketidakadilan ekonomi, tidak mencerminkan kemajuan dan kualitas hidup suatu masyarakat. Ketidakadilan ekonomi juga menyebabkan ketertinggalan masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Dari nalisa ini diperlukan pendekatan terpadu, pembangunan eknomi, sosial, politik dan pendidikan. Untuk proses perubahan-perubahan tersebut diperlukan perubahan yang terencana. Perencanaan dipakai sebagai suatu alat untuk mencapai tujuan-tujuan perubahan masyarakat tersebut secara lebih baik dan teratur. Perencanaan erubahan harus melibatkan pemerintah, LSM dan masyarakat. Seharusnya yang mengambil keputusan untuk terjadinya perubahan adalah masyarakat sendiri. Pemerintah dan LSM-LSM hanya membantu masyarakat untuk mengambil keputusan. Baik Pemerintah maupun LSM tidak diperbolehkan mengambil alih masyarakat untuk mengambil keputusan. Pemerintah dan LSM hanya berfungsi sebagai alat bantu agar masyarakat dimampukan untuk mengambil keputusan. Keputusan terakhir dalam suatu perencanaan adalah masyarakat sendiri. Untuk ini kelompok-kelompok kecil pembaharu yang sudah terlatih menjadi agen pembaharuan dan pembangunan.
Pembangunan ekonomi juga harus memperhatikan mekanisme pasar dan harga. Untuk hal ini diperlukan sistem perencanaan terpadu, karena pembangunan harus melibatkan semua komponen dan elemen yang ada dalam masyarakat. Pembanguan secara berencana akan bersifat lebih rasional dan teratur bagi pembangunan masyarakat yang sedang berkembang. Dalam hal ini peranan riset sangat penting. Melalui riset akan menolong memahami kemampuan dan kebutuhan masyarakat secara rasional. Berdasarkan riset tersebut, dibuat perencanaan terpadu, melibatkan semua komponen dan elemen yang ada di dalam masyarakat, melibatkan pemerintah dan LSM-LSM untuk melaksanakan pembangunan dan kemudian diadakan evaluasi secara berkala.

2. Hambatan-hambatan Dalam Pembangunan.

Masyarakat yang terbelakang masih sangat tradisional sekali. Mereka masih terikat dengan nilai-nilai asli dan juga masih memiliki kerinduan untuk memelihara nilai-nilai tersebut. Biasanya selalu dikaitkan dengan kebudayaan atau adat istiadat lokal. Dalam masyarakat yang tradsional tidak memberikan peluang cukup untuk terjadinya perubahan-perubahan serta tumbuhnya kekuatan-kekuatan pembaharuan dalam masyarakat. Yang menyebabkan hal tersebut sangat kompleks sekali, seperti: kolonialisme dan feodalisme. Kondisi keterbelakangan juga dapat dilihat dari bidang ekonomi dan pendidikan. Penyebab utama untuk hal ini adalah adanya keterbatasan yang amat parah dalam pendapatan, modal dan ketrampilan. Hal tersebut juga menyebabkan kemiskinan masyarakat yang berkepanjangan. Di Indonesia, hal itu disebabkan karena penyebaran penduduk yang tidak merata dan tingkat urbanisasi yang sangat tinggi. Tingkat pendapatan buruh tani di pedesaan yang sangat rendah dan upah buruh di masyarakat industri yang belum mencapai UMR. Gulungtikarnya perusahaan-perusahaan besar telah menyebabkan angka pengangguran yang sangat tinggi. Ditambah lagi dengan oportunisme di kalangan elit politik, telah menyebabkan ketidak stabilan di bidang politik. Hal-hal ini telah menyebabkan terpuruknya ekonomi rakyat dan mempercepat pemerataan kemiskinan masyarakat Indonesia. Untuk perubahan sosial-ekonomi dibutuhkan aparatur negara yang bersih dan pendidikan masyarakat yang memadai.

3. Proses dan Perspektif Pembangunan Bangsa.

Untuk menanggulangi kondisi-kondisi keterbelakangan tersebut, khususnya di bidang ekonomi, pembaruan dan pembangunan berencana dirasakan sebagai alternatif yang rasional. Konsep pembangunan yang terus menerus akan memberi inspirasi kepada masyarakat untuk mencari solusi secara aktif dan dinamis bagaimana mengatasi keterbelakangan dan ketertinggalan. Proses pembanguan harus bertumpu kepada pembaharuan ekonomi rakyat melaui peningkatan pendidikan masyarakat. Peningkatan dan arah perkembangan di bidang pendidikan misalnya akan sangat mempengaruhi tingkat produktivitas masyarakat dalam berekonomi. Mengatasi ketertinggalan juga melalui program pengembangan masyarakat. Masyarakatlah yang dididik agar dapat meneyelesaikan masalahnya sendiri. Untuk hal ini, hal-hal yang sangat peka dalam masyarakat perlu dikaji dan diatasi, agar tidak menjadi penghambat bagi pembangunan ekonomi kerakyatan. Sistem kolonialisme dan feodalisme harus dikikis habis dan digantikan dengan sistem baru yang menekankan kepada program pengembangan masyarakat. Tujuan usaha dalam bidang sosial-ekonomi adalah usaha mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap dalam masyarakat yang lebih kondusif bagai pembaharuan, pembangunan, dan pembinaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Pendidikan yang memadai akan memberikan motivasi kegairahan usaha yang bersifat produktif. Bila ekonomi masyarakat menjadi baik maka akan memberikan kemungkinan terjadinya kestabilan politik. Untuk hal ini, kekuatan-kekuatan pembaharuan dalam masyarakat harus dihimpun, dibina, dikembangkan dan dimanfaatkan secara maksimal agar mencapai pembangunan ekonomi masyarakat. Para motivator harus tetap berusaha mengembangkan pemikiran kreatif dan kritis dalam kehidupan masyarakat. Hal strategis yang tidak boleh dilupakan adalah pembinaan ketrampilan dan kewirausahaan. Salah satu unsur penting dalam perspektif pembangunan ekonomi yang lebih terasa pada akhir-akhir ini adalah orientasi keadailan sosialnya.

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN

Tentang Teori Pembangunan Nasional

Pembangunan masyarakat sebagai suatu proses dinamis menuju keadaan sosial ekonomi yang lebih baik, atau yang lebih modern. Untuk mencapai diperlukan perpaduan ilmu, seperti: ekonomi, sosilogi, teologi dan antropologi. Dari pendekatan dan analisa kritis tentang perkembangan ekonomi, maka harus didekati dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang dimaksud, seperti ekonomi pembangunan, sosiologi pembangunan, pembangunan politik, teknologi pembangunan, administrasi pembanguan dan sebagainya.
Sebagai suatu proses, pembangunan nasional adalah merupakan rangkaian perubahan majemuk dalam bidang politik, sosial dan ekonomi. Di Indonesia sendiri, kelihatannya pembangunan ekonomi sangat tergantung dengan kestabilan politik. Hubungan antara ekonomi dan politik sangat dekat dan sangat sulit dipisahkan, bahkan saling inter-dependen yang sangat kuat sekali. Kalau diperhatikan dengan seksama, maka etika pembangunan tidak dapat dipisahkan dari etika ekonomi dan etika politik. Untuk pembangunan ekonomi biasanya syarat-syarat sosial politik sudah terpenuhi terlebih dahulu. Ke duanya dapat dijalankan secara simultan, apabila suatu bangsa sudah mencapai tingkat kematangan tertentu dalam bidang sosial dan politik. Dua frase ini sangat penting proses suatu pembangunan, yaitu: “konsolidisasi politik” dan “rekonsiliasi ekonomi”. Yang dimaksudkan dengan “konsolidasi politik” adalah kebersamaan semua komponen politik, dengan menghargai perbedaan dan kesamaan mereka masing-masing, dan bersama-sama membangun negara Indonesia berdasarkan sistem demokrasi. Dalam hal ini tidak mengenal mayoritas dan minoritas dalam berpolitik. Tujuannya, adalah membangun kesejahteraan masyarakat, dengan tidak memandang SARA. Yang dibangun adalah nasionalisme Indonesia. Sedang “rekonsiliasi eknomi” bertujuan membangun ekonomi rakyat, di atas dasar keadilan ekonomi. Rekonsiliasi ini berdiri di atas kedailan hukum. Pemerintah, LSM-LSM dan Masyarakat Indonesia berusaha secara maksimal untuk menjunjung tinggi supremasi hukum. Kalau hal ini terjadi, maka fondasi pembangunan bangsa telah diletakkan pada tempatnya yang benar. Dengan sendirinya pembanguan bangsa(sociocultural development) akan terwujud di atas dasar pembangunan politik(political development) dan pembangunan ekonmi(economic development). Yang paling ideal adalah pembangunan politik dan ekonomi dijalankan secara simultan. Agar hal ini terjadi maka kedewasaan masyarakat dalam berpikir dan bertindak dimatangkan, melalui hidup yang saling berbagi.

1. Pendekatan Pembanguan Bangsa (Sociocultural Development)

Pengertian pembangunan bangsa agaknya telah mengalami suatu perkembangan penting, baik dalam pengertian maupun ruang lingkup. Dalam ruang lingkup tampak dua aspek permasalahan: (1) mengenai pembangunan politik dan (2) mengenai pembangunan sosial budaya. Masalah kebudayaan sangat penting untuk diperhatikan. Karena budaya telah mengalir dalam hidup masyarakat. Secara antropologis manusia telah dibelenggu oleh adat istiadatnya. Bahkan, kadang-kadang hal tersebut menjadi penghambat proses pembangunan. Sering terjadi konflik antara kebudayaan dan modernisasi. Hal lian yang perlu diperhatikan adalah agama. Agama dan kebudayaan sering kali telah lebur dalam kehidupan manusia. Sehingga sangat membedakan mana yang agama dan mana yang kebudayaan. Karena eratnya hubungan pemabnguan politik dan kebudayaan, maka berkembanglah aliran pemikiran dalam ilmu politik yang disebut sebagai Kebudayaan Politik.

(1) Pembangunan Politik(Political Development)

Kestabilan politik yang dinamis antara lain diukur dengan terciptanya suatu pemerintahan yang kuat, luasnya penyertaan masyarakat di dalam proses pembangunan, dan hasil yang dicapai oleh pemerintah atas dukungan dan partisipasi masyarkat.

(2) Pembangunan Sosial Budaya(Socio-cultural Development)

Sesungguhnya dalam mengusahakan pembangunan sosial budaya, agaknya terdapat suatu kesepakatan bahwa bidang pendidikan merupakan suatu titik strategis bagi penyelenggaraan pembangunan sosial itu. Walaupun modernisasi bukanlah suatu pengertian yang jelas namun suatu tema terdapat dalam setiap interpretasi tersebut: modernisasi hanya dapat dicapai dengan memperbarui dan meluaskan pendidikan. Sebab itu perbaikan sistem pendidikan yang akan melahirkan sikap dan pemikiran-pemikiran kreatif bagi kemajuan kebudayaan dan peradaban dapat dipandang sebgai langkah strategis awal dari pembangunan. Dengan demikian, tujuan pertumbuhan ekonomi memang hanya merupakan salah satu dimensi saja bagi perspektif pembangunan sosial budaya suatu bangsa.

2. Pendekatan Pembangunan Ekonomi (Economic Development)

Permikiran perkembangan teori pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:
Dasar aliran ini adalah individualisme. Setiap produsen dan konsumen meredeka bertindak, pembentukan harga didasarkan kepada hukum permintaan dan penawaran di pasar, menjadi dasar pengambilan keputusan. Harga yang terbentuk atas dasar mekanisme pasar tersebut, dengan sendirinya akan mempengaruhi “produksi, alokasi, pendapatan dan konsumsi”. Mekanisme pembentukan harga akan membawa segala hubungan ekonomi secara otomatis ke jurusan persesuaian kepada keadaan seimbang.

STUDI TENTANG PERUBAHAN

1. Mempelajari sejarah studi tentang perubahan

2. Mendiskusikan sifat tentang pendidikan perubahan

3. Mempresentasikan sebuah variasi struktur berpikir tentang perubahan.

4. Menjelaskan tiga prespektif rencana perubahan

5. Menghubungkan beberapa aspek tentang proses perubahan kepada bukti2 dari perubahan yang direncanakan.

- Perubahan-perubahan di dalam struktur dan organisasi dalam sekolah; contoh: perubahan jadual

- Dan formasi dari group pekerja yang baru;

- Materi tambahan atau yang baru; contoh: buku-buku atau lembaran kuliah;

- Guru-guru diminta menambah pengetahuan baru; contoh: bekerja melalui tehnik memberi informasi;

- Guru-guru mengadopsi sikap baru dalam cara mengajar; contoh: penggunaan cara-cara non-didaktik;

- Perubahan-perubahan dalam keyakinan-keyakinan atau nilai-nilai dalam kehidupan para guru;

Contoh:
+ Perubahan teknik-teknik mengajar;

+ Yang berkaitan dengan perubahan Metode Tujuan

+ Riset Mendapatkanpengetahuan yang lebih tinggi

+ Penemuan Membuat/menciptakan sesuatu yang baru

+ Desain Mesistimatikankomponen untuk sesuatu yang baru

+ Penyebaran Memberi informasi

+ Demonstrasi Membangun keyakinan(meyakinkan)

+ Percobaan Memberikan test

+ Pelantikan/pemasangan Mengoperasionalkan

+ Pelembagaan Menetapkankesatuan sistem dari beberapa komponen

+ Proses dari Perubahan dan Penemuan Bukti

1. Perubahan berlangsung secara terus menerus

2. Perubahan menyebabkan kegelisahan dan ketidakpastian

3. Dukungan teknik dan psikologi sangat diperlukan

4. Belajar ketrampilan yang baru merupakan suatu perkembangan dan kenaikan nilai-nilai sosial.

5. Hubungan antara organisasi pendidikan dan seseorang yang menjadi agen pembaharu akan dapat dirasakan setelah terbukti melalui proses perubahan. Setiap orang harus siap menjadi agen pembaharuan untuk dirinya sendiri.

6. Perubahan yang membawa keberhasilan selalu melalui dorongan dan dukungan

Hal-hal yang harus diperhatikan bagi agen pembaharu atau pembangunan.

1. Perubahan/pembaruan/pembangunan akan terjadi secara terus menerus. Perubahan yang effektif selalu membutuhkan waktu.

2. Mencakup multi perspektif. Berusaha menggabungkan bermacam-macam perspektif yang berbeda. Mancari nilai-nilai yang sama dan yang berbeda, untuk mencari pertimbangan yang objektif.

3. Menyadari tentang proses perubahan yang sedang terjadi. Mencari dan menemukan intisari dari perubahan yang sedang terjadi, dan bagaimana memberikan respon terhadapnya.

4. Perkirakan tentang arus balik/perlawanan balik. Konflik dan tidak sependapat adalah merupakan sesuatu yang wajar, dan hal itu tidak akan dapat dihindarkan. Konflik dan ketidaksesuaian adalah merupakan tanda dari perubahan yang terencana dan sukses. Konflik adalah sesuatu yang normal dan kita harus berani belajar melalui konflik. Konflik dan ketidaksesuaian adalah merupakan sarana pendewasaan diri. Maka secara filosofis dapat dikatakan bahwa konflik merupakan sarana emansipasi diri.

5. Dosen dan Perguruan Tinggi sebagai investasi dari perubahan dan pembaruan. Semua pembangunan/perubahan yang berhasil menuntut tanggapan pribadi. Seringkali seseorang yang mengalami perubahan selalu merasakan ancaman pribadi dan kebingungan. Namun akan merasakan indahnya perubahan setelah mengalami pahitnya proses perubahan. Yang diperlukan adalah menatalayani atau mengatur perubahan melalui sikap yang objektif. Karena hidup ini selalu identik dengan perubahan. Perubahan merupakan bagian dari hidup, perlu diterima dengan syukur.

Sumber diambil dari sttcipanas.ac.id

0 komentar

Poskan Komentar

Tentang Saya