Google

Facebook

Pengikut

BUKU TAMU

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

Yang dimaksud dengan teori pembangunan dunia ketiga adalah teori-teori pembangunan yang berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh negera-negara miskin atau negara-negara sedang yang sedang berkembang dalam sebuah dunia yang didominasi oleh kekuatan ekonomi, ilmu pengetahuan dan militer negara-negara adikuasa atau negara-negara industri maju.

TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA
* Memiliki perbedaan dan persamaan dengan teori pembangunan bagi negara-negara adikuasa, karena persoalan yang dihadapinya berlainan.

* Bagi negara-negara dunia ketiga, persoalannya adalah bagaimana bertahan hidup atau bagaimana meletakkan dasar-dasar ekonominya supaya bis bersaing di pasar internasional

* Bagi negara-negara adikuasa persolannya adalah bagaimana melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yang sudah mapan

Ada 3 kelompok teori yang dibahas :

1. Teori modernisasi. Menekankan faktor manusia dan nilai-nilai budanya sebagai pokok persoalan dalam pembangunan. Teori modernisasi merupakan kelompok teori yang dominan dalam mengkaji masalah pembangunan di Indonesia.


2. Teori ketergantungan. Teori ini merupakan reaksi terhadap teori modernisasi. Teori ini mula-mula tumbuh di kalangan para ahli ilmu sosial di Amreika Latin kemudian meluas sampai ke Amerika Serikat dan Eropa dan Asia. Teori ini dipengaruhi oleh metoda analisis Marxis.


3. Teori yang merupakan reaksi terhadap teori ketergantungan. Teori ini sering disebut sebagai teori pasca ketergantungan. Di dalamnya ada teori sistem dunia, teori artikulasi dsb.


BAGAIMANA MENGUKUR PEMBANGUNAN?

1. Kekayaan rata-rata

2. Pemerataan

3. Kualitas kehidupan

4. Kerusakan lingkungan

5. Keadilan Sosial dan kesinambungan


1. Kekayaan rata-rata

* Pembangunan dimaknai dalam arti pertumbuhan ekonomi. Sebuah masyarakat dinilai berhasil melaksanakan pembangunan bila pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut cukup tinggi.


* Jadi yang diukur adalah produktivitas masyarakat atau negara tersebut tiap tahunnya.


* Dalam bahasa teknis ekonominya GNP (Gross National Product ) dan PDB atau GDP (Product Domestik Bruto atau Gross Domestic Product)


* Pembangunan di sini diartikan sebgai jumlah kekayaan keseluruhan sebuah bangsa atau negara


2. Pemerataan

Bangsa atau negara yang berhasil melakukan pembangunan adalah mereka yang di samping tinggi produktivitasnya, penduduknnya juga makmur dan sejahtera secara relatif merata. Tidak semua negara yang berhasil meningkatkan PNB/kapitanya berhasil juga dalam meratakan hasil-hasil pembangunannya. Demikian juga tidak semua negara yang masih rendah PNB/kapitanya menunjukkan ketimpangan yang tinggi dalam hal pemerataan.


3. Kualitas kehidupan

Salah satu cara lain untuk mengukur kesejahteraan penduduk sebuah negara adalah dengan menggunakan tolok ukur PQLI (Physical Quality of Life Index ). Tolok ukur ini dipekrnalkan oleh Moris yang mengukur tiga indikator yaitu : 1) rata-rata harapan hidup setelah umur satu tahun ; 2) rata-rata jumlah kematian bayi ; 3) rata-rata prosentasi buta dan melek huruf.


4. Kerusakan Lingkungan

* Sebuah negara yang tinggi produktivitasnya dan merata pendapatan penduduknya, bisa saja berada dalam sebuah proses untuk menjadi miskin. Hal ini misalnya, pembangunan yang menghasilkan produktivitas yang tinggi itu tidak mempedulikan dampak terhadap lingkungannya. Lingkungannya semakin rusak.


* Kriteria keberhasilan pembangunan yaitu faktor kerusakan lingkunagan sebagai faktor yang menentukan.


5. Keadilan sosial dan kesinambungan

Pembangunan yang berhasil mempunyai unsur :

1. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

2. Berkesinambungan : tidak terjadi kerusakan sosial dan alam


Jadi, konsep pembangunan semakin kompleks, tidak hanya terbatas pada masalah pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga meliputi masalah sosial dan lingkungan.

PEMBANGUNAN : FAKTOR MANUSIANYA

Pembangunan mempunyai dua unsur utama :

1. Masalah materi yang mau dihasilkan dan dibagi


2. Masalah manusia yang menjadi pengambil inisiatif yang menjadi manusia pembangunan. Pembangunan tidak hanya berurusan dengan produksi dan distribusi barang-barang material tetpai pembangunan juga harus menciptakan kondisi-kondisi yang membuat manusia bisa mengembangkan kreatifitasnya.


PEMBANGUNAN : FAKTOR MANUSIANYA

Pembangunan pada akhirnya harus ditujukan pada pembangunan manusia. Manusia yang dibangun adalah manusia yang kreatif. Untuk bisa kreatif, manusia tersebut harus merasa bahagia, merasa aman dan bebas dari rasa takut. Hanya manusia seperti inilah yang bisa menyelenggarakan pembangunan dan memecahkan masalah yang dijumpainya.


TEORI MODERNISASI : PEMBANGUNAN SEBAGAI MASALAH INTERNAL

* Teori pembangunan kerja secara Internasional yang didasarkan pada teori keuntungan komparatif yang dimiliki oleh setiap negara mengakibatkan terjadinya spesialsiasi produksi pada tiap-tipa negara sesuai dengan keuntungan komparatif yang dimilikinya.


* Secara umum, di dunia ini terdapat dua kelompok negara : 1) negara yang memproduksi hasil pertanian ; 2) negara yang memproduksi barang industri.


* Antara kedua keolmpok negara ini terjadi hubungan dagang dan keduanya menurut teori di atas saling diuntungkan.


TEORI MODERNISASI :PEMBANGUNANSEBAGAI MASALAH INTERNAL…

* Tetapi setelah beberapa puluhan tahun kemudian, tampak bahwa negara-negara industri menajdi semakin kaya sedangkan negara-negara pertanian semakin tertinggal.


* Mengapa terjadi dua kelompok negara : negara-negara miskin yang biasanya meruapakan negara pertanian dan negara-negara kaya yang biasanya adalah negara industri?


TEORI MODERNISASI : PEMBANGUNAN SEBAGAI MASALAH INTERNAL….
* Teori modernisasi . Teori yang menjelaskan bahwa kemiskinan ini disebabkan oleh faktor-faktor internal atau faktor-faktor yang terdapat di dalam negeri negara yang bersangkutan.

* Teori ketergantungan . Teori ini menjelaskan bahwa kemiskinan di suatu negara disebabkan karena faktor eksternal. Kemiskinan dilihat sebagai akibat dari bekerjanya kekuatan-kekuatan luar yang menyebabkan negara yang bersangkutan gagal melakukan pembangunannya.

TEORI MODERNISASI : PEMBANGUNAN SEBAGAI MASALAH INTERNAL

Teori Harrod – domar : tabungan dan Investasi
Evsey Domar dan Roy Harrod, kedua ahli ekonomi ini mencapai kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tingginya tabungan dan investasi. Kalau tabungan dan investasi rendah, pertumbuhan ekonomi masyarakat atau negara tersebut juga akan rendah. Masalah pembangunan pada dasarnya merupakan masalah menambahkan investasi modal. Masalah keterbelakangan adalah masalah kekeurangan modal. Kalau ada modal dan modal tersebut diinvestasikan, hasilnya adalah pembangunan ekonomi.


Marx Weber : Etika Protestan

* Weber mempersoalkan masalah manusia yang dibentuk oleh nilai-nilai budaya di sekitarnya, khususnya nilai-nilai agama.


* Weber membahas peran agama sebagai faktor yang menyebabkan munculnya kapitalisme di Eropa barat dan Amerika Serikat. Pembahasan ini ada dalam bukunya : The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism


* Dalam bukunya Weber mencoba menjawab mengapa beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat mengalami kemajuan ekonomi yang pesat di bawah sistem kapitalisme. Setelah melakukan analisis, Weber menyimpulkan bahwa salah satu sebabnya adalah adanya Etika protestan.


Marx Weber : Etika Protestan….

Etika protestan lahir di Eropa melalui agama Protestan yang dikembangkan oleh Calvin. Di sini muncul ajaran bahwa seseorang itu sudah ditakdirkan sebelumnya untuk masuk surga atau neraka. Tetapi orang yang bersangkutan tentu saja tidak mengetahuinya. Oleh karen itu, mereka menjadi tidak tenang, menjadi cemas karena tidakjelasan nasibnya ini.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah mereka akan masuk surga atau neraka adalah keberhasilan kerjanya di dunia yang sekarang ini. Kalau seseorang berhasil dalam kerjanya di dunia, hampir dapat dipastikan bahwa dia akan ditakdirkan untuk naik ke surga setelah dia mati nanti. Kalau kerjanya selalu gagal di dunia, hampir dapat dipastikan bahwa dia akan pergi ke neraka

Adanya kepercayaan ini membuat orang-orang penganut agama Protestan Calvin bekerja keras untuk meraih sukses. Mereka bekerja tanpa pamrih, artinya mereka bekerja bukan untuk mencari kekayaan material melainkan untuk mengatasi kecemasannya. Inilah yang disebut sebagai etika Protestan oleh Weber, yakni cara bekerja yang keras dan sungguh-sungguh lepas dari imbalan materialnya.


David Mc Clelland : Need for Achievment

* Adanya N- Ach yang tinggi dalam sebuah masyarakat akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat


* N-Ach ini semacam virus yang bisa ditularkan. Jadi, N-Ach ini bukanlah sesuatu yang diawriskan sejak lahir.


* David Mc Clelland menyelenggarakan bermacam latihan manajemen di pelbagai negara untuk menumbuhkan N- Ach ini.


* Tempat yang paling baik untuk memupuk N –Ach adalah di dalam keluarga melalui orang tua. Pendidikan anak menjadi sangat penting, cerita anak-anak yang beredar harus diarahkan pada nilai N –Ach yang tinggi.


W.W. Rostow: Lima tahap Pembangunan

1. Dalam bukunya “The Stage of Economic Growth “, A Non Communist Manifesto, Rostow menguraikan teorinya tentang proses pembangunan dalam sebuah masyarakat.


2. Bagi Rostow, pembangunan merupakan proses yang bergerak dalam sebuah garis lurus, yakni dari masyarakat yang terbelakang ke masyarakat maju.


W.W. Rostow: Lima tahap Pembangunan

Rostow membagi proses pembangunan menajdi lima tahap yaitu :

1. Masyarakat tradisional

2. Pra kondisi untuk lepas landas

3. Lepas landas

4. Bergerak ke kedewasaan

5. Jaman Konsumsi masal yang tinggi


Teori Rostow ini didasarkan pada dikotomi masyarakat tradisonal dan masyarakat modern. Titik terpenting dalam gerak kemajuan dari masyarakat yang satu ke lainnya adalah periode lepas landas.


Bert F. Hoselitz : Faktor-faktor Non ekonomi

* Faktor non ekonomi di sini adalah faktor kondisi lingkungan yang dianggap penting dalam proses pembangunan


* Hoselitz menekankan bahwa meskipun seringkali orang menunjukkan bahwa masalah utama pembangunan adalah keurangan modal (teori Harrod – Domar ), ada masalah lain yang juga sangat penting yakni adanya ketrampilan kerja tertentu, termasuk tenaga wiraswasta yang tangguh. Karena itu dibutuhkan perubahan kelembagaan pada masa sebelum lepas landas, yang akan mempengaruhi pemasokan modal, supaya mdoal ini bisa menajdi produktif.


Bert F. Hoselitz : Faktor-faktor Non ekonomi….

Perubahan kelembagaan ini akan menghasilkan tenaga wiraswasta dan administrasi serta ketrampilan teknis dan keilmuan yang dibutuhkan. Menurut Hoselitz, pembangunan membutuhkan pmasokan dari beberapa unsur, seperti :

1. Pemasokan modal besar dan perbankan

2. PEmasokan tenaga ahli dan terampil


Alex Inkeles dan David H .
Smith : Manusia Modern

* Membicarakan tentang pentingnya faktor manusia sebagai komponen penting penopang pembangunan.


* Pembangunan bukan sekedar perkara pemasokan modal dan teknologi saja, tetapi dibutuhkan manusia yang dapat mengembangkan sarana material tersebut supaya menjadi produktif. Untuk ini dibutuhkan manusia modern.


Alex Inkeles dan David H . Smith : Manusia Modern….


Manusia modern yang dimaksud adalah antara lain memiliki :

1. Keterbukaan terhadap pengalaman dan ide baru

2. Berorientasi ke masa sekarang dan masa depan

3. Punya kesanggupan merencanakan

4. Percaya bahwa manusia bisa mengausai alam dan bukan sebaliknya


Alex Inkeles dan David H . Smith : Manusia Modern….

Untuk mengubah manusia agar bisa menjadi manusia modern bisa melalui :

1. Pendidikan

2. Pengalaman kerja di lembaga kerja modern

3. Pengenalan terhadap media massa


ALIRAN TEORI MODERNISASI

1. Teori yang menekankan bahwa pembangunan hanya merupakan masalah penyediaan modal untuk investasi (harood – Domar)

2. Teori yang menekankan aspek-aspek psikologi individu ( David Mc Clelland)

3. Teori yang menekankan nilai-nilai budaya (Weber)

4. Teori yang menekankan adanya lembaga-lembaga sosial dan politik yang mendukung proses pembangunan sebelum lepas landas dimulai (Hoselitz)

5. Teori yang menekankan lingkungan material (Inkeles dan Smith)


CIRI UMUM TEORI MODERNISASI

* Didasarkan pada dikotomi antara tradisional (belum maju) dan modern (maju)

* Didasarkan pada faktor-faktor non material sebagai penyebab kemiskinan

* Bersifat historis. Hukum-hukumnya sering dianggap berlaku secara universal

* Faktor-faktor yang mendorong atau menghambat pembangunan harus dicari di dalam negara-negara yang bersangkutan, bukan di dalamnya.


Sumber dari your-black.blogspot.com

0 komentar

Poskan Komentar

Tentang Saya