Google

Facebook

Pengikut

BUKU TAMU

BUDAYA MASSA DAN BUDAYA POPULER

Menurut Dennis McQuail (1994:31), kata massa berdasarkan sejarah mempunyai dua makna, yaitu positif dan negatif. Makna negatifnya adalah berkaitan dengan kerumunan (mob),atau orang banyak yang tidak teratur, bebal, tidak memiliki budaya, kecakapan dan rasionalitas. Makna positif, yaitu massa memiliki arti kekuatan dan solidaritas di kalangan kelas pekerja biasa saat mencapai tujuan kolektif.

Sehubungan dengan makna komunikasi terutama komunikasi massa, makna kata massa mengacu pada kolektivitas tanpa bentuk yang komponen-komponennya sulit dibedakan satu dengan yang lainnya, maka masssa sama dengan suatu kumpulan orang banyak yang tidak mengenal keberadaan individualitas.
Blumer (1939) dalam McQuail (2002:41), mengemukakan ada empat komponen sosiologis yang mengandung arti massa, yaitu :

1. Anggota massa adalah orang-orang dari posisi kelas sosial yang berbeda, jenis pekerjaan yang berlainan , dengan latar belakang budaya yang bermacam-macam , serta tingkat kekayaan yang beraneka atau berasal dari segala lapisan kehidupan dan dari seluruh tingkatan sosial.

2. Massa terdiri dari individu-individu yang anonim.

3. Biasanya secara fisik anggota massa terpisah satu sama lainnya dan hanya terdapat sedikit interaksi atau penukaran pengalaman antar anggota-anggota massa dimaksud.

4. Keorganisasian dari suatu massa bersifat sangat longgar , dan tidak mampu untuk bertindak bersama atau secara kesatuan, seperti hanya suatu kerumunan (crowd).

Secara umum pengertian massa ditandai dengan :
a. Kurang memiliki kesadaran diri.

b. Kurang memiliki identitas diri

c. Tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisir untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

d. Massa ditandai oleh komposisi yang selalu berubah dan berada dalam batas wilayah yang selalu berubah pula.

e. Masssa tidak bertindak dengan dirinya sendiri , tetapi dikooptasi untuk melakukan suatu tindakan.

f. Meski anggotanya heterogen , dan dari semua lapisan sosial, massa selalu bersikap sama dan berbuat sesuai dengan persepsi orang yang mengkooptasi mereka .

Konsep masssa kemudian mengandung pengertian masyarakat secara keseluruhan " masyarakat massa"( the mass society). Menurut McQuail (2002 :39), massa ditandai oleh (1) memiliki agregat yang besar;(2) tidak dapat dibedakan;(3) cenderung berpikir negatif; (4) sulit diperintah atau diorganisasi; dan (5) refleksi dari khalayak massa.

Media massa adalah institusi yang menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan lainnya dengan memulai produk media massa yang dihasilkan. Secara spesifik institusi media massa adalah (1) sebagai saluran produksi dan distribusi konten simbolis ;(2) sebagai institusi publik yang bekerja sesuai aturan yang ada;(3) keikutsertaan baik sebagai pengirim atau penerima adalah sukarela;(4) menggunakan standar profesional dan birokrasi; dan (5) media sebagai perpaduan antara kebebasan dan kekuasaan (McQuail, 2002:15)

Kehidupan masyarakat kota, pada umumnya , satu sama lain tidak saling mengenal dan interaksi-interaksi mereka didasari oleh kepentingan dan kebutuhan yang dilandasi pada hubungan sekunder , sehingga secara real media massa telah menjadi salah satu kebutuhan dalam berinteraksi di dalam masyarakat perkotaan satu dengan lainnya.

Penggunaan media massa berbeda dengan komunikasi antar pribadi. Media massa membutuhkan persyaratan tertentu dari pemakainya. Pertama adalah orang harus bisa membaca, sebelum mengkonsumsi surat kabar atau majalah. Kedua,orang harus memiliki pesawat radio atau televisi, bila akan mengikuti siarannya, atau punya uang untuk beli karcis bila akan menonton film. Ketiga, kebiasaan memanfaatkan media ( media habit). Untuk menjadi khalayak media massa, maka ketiganya perlu dimiliki atau dilakukan. Apabila tidak, maka mereka tidak bisa menjadi khalayak media massa atau masyarakat media.

Dalam penyampaian berbagai produk tayangan, media massa berupaya menyesuaikan dengan khalayaknya yang heterogen dan berbagai sosio-ekonomi, kultural, dan lainnya. Produk mediapun pada akhirnya dibentuk sedemikian rupa , sehingga mampu diterima oleh banyak orang . Di sisi lain , media juga sering kali menyajikan berita, film, dan informasi lain dari berbagai negara sebagai upaya media memberikan pilihan yang memuaskan bagi khalayak nya. Produk media baik yang berupa berita, program keluarga, kuis, film dan sebagainya , disebut sebagai upaya massa yaitu karya budaya.

Berdasarkan ciri yang demikian., maka seni hiburan ini banyak diproduksi media untuk menarik sebanyak mungkin khalayaknya.Hal ini tidak hanya dipengaruhi kebutuhan khalayak massa yang heterogen, juga adanya kepentingan komersial media yang kini masuk sebagai industri yang membutuhkan dana besar melalui iklannya . Budaya massa dibentuk disebabkan :

1. Tuntutan industri kepada pencipta untuk menghasilkan karya yang banyak dalam tempo singkat. Maka si pencipta untuk menghasilkan karya yang banyak dalam tampo singkat, tak sempat lagi berpikir, dan dengan secepatnya menyelesaikan karyanya. Mereka memiliki target produksi yang harus dicapai dalam waktu tertentu.

2. Karena massa budaya cenderung "latah" menyulap atau meniru segala sesuatu yang sedang naik daun atau laris, sehingga media berlomba untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Pada umumnya budaya massa dipengaruhi oleh budaya populer. Pemikiran tentang budaya populer menurut Ben Agger ( 1992;24) dapat dikelompokkan pada empat aliran (a) budaya dibangun berdasarkan kesenangan namun tidak substansial dan mengentaskan orang dari kejenuhan kerja sepanjang hari;( b) kebudayaan populer menghancurkan nilai budaya tradisional;(c) kebudayaan menjadi masalah besar dalam pandangan ekonomi Marx kapitalis; dan (d) kebudayaan populer merupakan budaya yang menetes dari atas.

Kebudayaan populer banyak berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu , seperti pementasan mega bintang, kendaraan pribadi, fashion, model rumah, perawatan tubuh, dan semacamnya.

Budaya juga memiliki nilai yang membedakan satu budaya dengan budaya lainnya. Budaya yang memiliki nilai tinggi dibedakan dengan budaya yang memiliki nilai dibawahnya. Namun dalam budaya populer , `perangkat media massa` seperti pasar rakyat, film,buku,televisi, dan jurnalistik akan menuntun perkembangan budaya pada ` erosi nilai budaya`.


Sumber diambil dari Sosiologi Komunikasi, Prof.Dr.H.M. Burhan Bungin, S.Sos. M.Si

84 komentar

  1. resky Says:
  2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.  
  3. resky Says:
  4. nama : resky permatasari
    nim : 07081002029

    pada dasarnya budaya massa tidak jauh berbeda dengan budaya populer karena bergerak pada bidang yang sama yaitu media massa. budaya massa di produksi untuk pengembangan komersial produk yang dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besar nya. sedangkan budaya populer dalam perangkat media massa nya dapat menyebabkan erosi nilai budaya.
    kenapa budaya populer masi berkembang dalam media massa.?

     
  5. Anonim Says:
  6. nama : Djaka Sabillah a
    nim : 07081002063
    Sosiologi/08

    bu' Diah jika djaka ambil pngrtian sndri mnrt tlisan ibu berarti komunikasi masa mrpakn kmnikasi yg dlakukan oleh 2 klompok orang atau lbih yg mmbntuk suatu prkumpulan atau krumunan yang trjadi karena persamaan prinsip dan persepsi trhadap suatu hal,
    tetapi kmnikasi masa cndrung trjdi karena proses yg neagatif msalnya demonstrasi dan bnyag lain hal sdangkn bila dr sisi psitif sperti diskusi atau debat pndpat.!

    Sdangkn media msa mrpakn pghbung antra masyarakt dan informasi,perkmbngan zaman,dan ilmu2 yg dsampaikn melalui media masa tersbut.!!

     
  7. Nama: RIA MARDALENA
    Nim : 07081002082
    Sosiologi'08

    Buk diah kalau menurut saya media massa saat ini sedang menikmati ajang demokrasi nyang disuguhkan pemerintah dan mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju.
    Dan media massa itu sendiri di kendalikan oleh perusahaan-perusahaan global,kaum miskin dijadikan alat atau korban.
    Jadi mari bersama-sama dari semua pihak kita ciptakan media massa yang "tepat" bukan hanya pada pemenuhan kebutuhan populer semata.
    Trimakasih...

     
  8. Nama: MONA LIZA FITRIA
    Nim ; 07081002002
    Sosiologi' 08

    buak diah, Menurut saya tugas media bukanlah utama sebagai penegak moral tetapi media mempunyai potensi dan kekuatan untuk mempengaruhi perkembangan moralitas, namun bukan satu-satunya faktor penentu.
    secara sederhana budaya massa serupa dengan budaya popular dalam basis penggunanya: masyarakat kebanyakan. Namun, berbeda dengan budaya popular yang tumbuh dari masyarakat sendiri, budaya massa diproduksi lewat teknik-teknik produksi massa industri. Budaya tersebut dipasarkan kepada massa secara komersial. Budaya ini kemudian dikenal pula sebagai budaya komersial yang menyingkirkan budaya-budaya lain yang tidak mampu mencetak “uang” seperti budaya elit (seni) dan budaya popular.
    Sebelum kemunculan teknologi informasi canggih, masyarakat dahulu dilihat sebagai bersifat komunal dan organis di mana orang dapat setuju atau tidak setuju terhadap suatu nilai. Nilai tersebut mengatur integrasi mereka ke dalam masyarakat. Pada titik ini, budaya popular tumbuh subur. Budaya popular tumbuh secara spontan dari grass-root, tercipta secara otomatis, otonom, dan secara langsung merefleksikan hidup dan pengalaman masyarakat tersebut. Permainan-permainan rakyat, memainkan music bersama pasca panen, mencari ikan bersama, merupakan budaya-budaya popular yang variasinya banyak terdapat di Indonesia.

    terima kasih...........

     
  9. Mifta Hiro Says:
  10. MIFTA HIRO
    07071002114

    Asslmlkm
    ibu yang saya cintai
    berdasarkan analisis saya sebagai seorang mahasiswi yang intelektual & fleksibel, berbicara mengenai media massa yang berfungsi untuk mentransformasikan informasi yang di nilai penting untuk diketahui orang banyak bahkan untuk mengekspose atau mempopulerkan suatu hal untuk kepentingan pihak tertentu yang tujuannya pun bervariasi baik yang bersifat komersil, politik,infotaimen utau yang hanya sekedar informasi.yang jelas peran media massa adalah sarana berjalannya informasi menuju globalisasi transparan baik yang berdampak positif maupun negatif sesuai subyek yang menilai secara universal.media massa merupakan industri yang berkompetisi antar perusahaan media agar terus berkembang dan memperoleh profit sesuai target.

    Terimakasih.
    wasslm....

     
  11. nurmaiti Says:
  12. nama:Nurmaiti
    nim :07081002102
    Sosiologi'08

    ibu Dyah yang terhormat menurut saya antara budaya massa dan budaya populer memiliki banyak kesaaman diantaranya yaitu sama-sama bergerak dibidang media massa dan sama-sama dipergunakan oleh masyarakat banyak. Sedangkan budaya massa dan budaya populer juga memiliki perbedaan yang sering tak disadari oleh banyak orang. Pembeda paling penting di antara keduanya tidak terutama terletak pada jumlah khalayak yang menerimanya, melainkan lebih pada motif di belakang produksi yang menghasilkan dua jenis produk budaya tersebut. Budaya massa jelas budaya yang semata-mata dan secara langsung merupakan objek untuk konsumsi massa, sedangkan budaya populer tak melulu hanya dikonsumsi massa tapi juga sering dikonsumsi oleh kalangan elit-terpelajar.

     
  13. Anonim Says:
  14. Nama : Nindi Elisse
    Nim : (07081002074)
    Assalam’mualaikum wr.wb.
    Bu menurut saya, budaya massa dipengaruhi oleh budaya populer sehingga satu sama lain saling berkaitan terhadap kehidupan manusia. Kebudayaan populer banyak berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu. yang ingin saya tanyakan, bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?
    Terima kasih bu, wassalam’mualaikum wr.wb.

     
  15. Anonim Says:
  16. Nama :Nidaya
    Nim :(07081002037)
    Assalam’mualaikum wr.wb.
    Bu, berbicara mengenai budaya populer tidak lepas dari peran sebuah media massa dalam menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan yang lainnya dengan melalui produk media massa yang dihasilkan. Perkembangan media massa bagi manusia sempat menumbuhkan perdebatan tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat. yang ingin saya tanyakan, apa contoh hubungan media massa dan kebudayaan populer dengan sosiologi?
    Terima kasih bu, wassalam’mualaikum wr.wb.

     
  17. Anonim Says:
  18. Nama : Erna Yuniarti
    Nim : 07071002084
    Assalamualaikum
    Saya Sebagai mahasiswa yang telah di nisbatkan sebagai Kaum Intlektual Muda Progressif mempunyai analisis sendiri mengenai budaya massa dan budaya popular ini, Pertama Saya mengkritik teori yang disampaikan oleh Blumer yang memandang massa secara parsial. Saya kurang sepakat jika massa dikatakan terdapat sedikit interaksi dan tidak mampu bergerak bersama seperti kesatuan. Kedua saya kurang sepakat dengan Identitas massa yang disebut dalam artikel tersebut yaitu : Kurang memiliki kesadaran diri, Kurang memiliki identitas diri, Tidak mampu bergerak secara serentak dan terorganisir untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
    Karena jika kita merunut sejarah. Gerakan massa selalu membuat momentum tersendiri dalam sejarah dunia, misalnya revolusi Bolshevik, revolusi Soviet, atau Revolusi Mesir disitu massa mampu bergerak secara bersama-sama dan interaksi antara anggota massa juga terjadi tidak sedikit. Identitasnya pun jelas yaitu Gerakan Massa yang satu visi yaitu menuntut perubahan. Dan jelas sangat terorganisir demi mencapai tujuan yang jelas yaitu perubahan.
    Ketiga Mengenai media massa sekarang ini, sedang budayana mencari kepopuleran sesorang, melalui media massa ini seseorang bisa popular dengan sendirinya.
    Budaya massa yang kemudian dipengaruhi oleh budaya popular sedikit banyak saya sepakat. Hal ini dekarenakan alas an yang ujung-unjungnya adalah komersil, yang rujukannya pada keuntungan (Kapitalisme). Karena memang dunia sudah dicemari paham kapitalisme akut, Media dan semua dimensi kehidupan dikuasai Oleh Pemilik modal, atau kaum-kaum kapitalis.
    Kapitalisme telah menguburkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam peti mati sejarah. Memaksakan kapitalisme sebagai jawaban tunggal menggapai kemakmuran dan kesejahteraan penduduk di semua penjuru bumi. Bau busuknya menjalar tatkala yang tercipta adalah kemiskinan, penghancuran, dan pemusnahan atas warga di belahan dunia lainnya, seraya mengundang gelombang perlawanan dari kelompok-kelompok masyarakat tertindas.

    wassalam

     
  19. Omta Purba Says:
  20. Nama : Omta Purba
    NIM : 07081002073

    Menurut saya bu,dalam hal massa khususnya sudah lebih banyak makna negatif daripada positifnya seperti kerumunan massa yang ikut-ikutan demonstrasi tanpa tahu tujuan dirinya melakukan demonstrasi itu apa(tak jarang hanya karena uang saja).
    Dalam hal komunikasi massa. Seperti pengertian media massa di atas bahwa media ini adalah institusi yang menghubungkan unsur masyarakat satu dengan yang lainnya,maka hal inilah yang digunakan orang-orang belakang media massa untuk menarik simpati khalayak untuk terus mengkonsumsi produk mereka dengan jalan menghadirkan hal/kejadian populer yang sedang terjadi.terkadang malah terkesan sepotong-sepotong agar khlayak penasaran dan mau tak mau harus mengkonsumsi lagi.
    Kebiasaan yang orang belakang media yang mampu menghadirkan sesuatu yang sedang populer inilah yang membuat budaya massa dan budaya populer tidak dapat dihauhkan lagi. karena kalau tidak produk mereka tidak akan laku di pasaran,kalah saingan dan rugi kemudian.Itu memang perlu tapi tidak perlu terlalu bberlebihan saya kira.
    Terimakasih,bu Dyah.

     
  21. Anonim Says:
  22. Nama : Aulia Nina Anggriani
    Nim : 07081002088

    Assalamualaikun
    Bu Dyah, Menurut Pemahaman Saya, Kebudayaan massa itu merupakan suatu hal atau hasil pemikiran manusia yang dapat diterima dalam suatu masyarakat. Pada dasarnya massa berkembang dan jadi populer dikarenakan saling dipengaruhi antara keduanya. Populer atau tidaknya mana massa dapat mengembangkan kebudayaan tersebut. Yang ingin saya tanyakan "Apakah pola pemikiran massa dapat seimbang dengan berjalannya dan populernya kebudayaan itu?"
    Terima kasih, Bu Dyah.
    Wassalam

     
  23. dyah hapsari Says:
  24. Dyah Hapsari,
    Untuk bisa memahami postingan artikel kalian harus banyak membaca literature tentang komunikasi massa, dan teori komunikasi massa.
    wass.

     
  25. Dyah Hapsari,
    Untuk bisa memahami postingan artikel kalian harus banyak membaca literature tentang komunikasi massa, dan teori komunikasi massa.
    wass.

     
  26. Efran Juandi Says:
  27. Nama : Efran Juandi
    NIM : 07071002057


    Bu Dyah, menurut saya antara budaya massa dan budaya populer memiliki banyak kesaaman diantaranya yaitu sama-sama bergerak dibidang media massa dan sama-sama dipergunakan oleh masyarakat banyak. Sedangkan budaya massa dan budaya populer juga memiliki perbedaan yang sering tak disadari oleh banyak orang. Budaya Massa bisa dinikmati semua kalangan tak terbatas oleh kasta, kelas sosial, strata, dan dalam segi material sekalipun. sedangkan dari segi Budaya populer, Banyak dinikmati atau digeluti oleh sebagian besar yang memiliki modal ataupun kelas sosial menengah keatas.

     
  28. IQBAL HABIBI Says:
  29. Nama:iqbal habibi
    nim:07071002110

    assalamualaikum
    ibu dyah hapsari saya "kagumi",Saya Sebagai mahasiswa penerus generasi muda yang Intlektual dan kompeten memiliki pemahaman kajian sendiri mengenai budaya massa dan budaya popular ini,bayak media yang bisa di gunakan Dalam penyampaian berbagai produk tayangan kepada masyarakat umum,agar menarik perhatian dan tidak membosankan, karena media massa berusaha untuk menyesuaikan dengan khalayaknya yang heterogen, kultural dan lainnya supaya bisa di terima oleh khalayaknya. disini media massa dapat berperan aktif sebagai sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan secara global. Produk media baik yang berupa berita, program keluarga, kuis, film dan sebagainya , disebut sebagai upaya massa yaitu karya budaya.karna merupakan salah satu bentuk wadah untuk berkreatifitas menarik dalam berkarya.
    dari pengaertian ini mungkin bisa di artikan keduanya memiliki hubungan yang sangat erat dalam memberikan ilmu pengetahuan secara lebih pleksibel dan kritis terhadap suatu perubahan yang ada.
    trimakasih
    wassalam.

     
  30. nama : Sri mardiawati
    nim : 07071002069

    asalamualaikum,,
    bu diah yang saya kagumi...materi yang ibu tulis di blog ibu sangat menarik sekali,, saya memilki sedikit pendapat yakni budaya massa serupa dengan budaya popular dalam basis penggunanya: masyarakat kebanyakan. Namun, berbeda dengan budaya popular yang tumbuh dari masyarakat sendiri, budaya massa diproduksi lewat teknik-teknik produksi massa industri. Budaya tersebut dipasarkan kepada massa secara komersial. Budaya ini kemudian dikenal pula sebagai budaya komersial yang menyingkirkan budaya-budaya lain yang tidak mampu mencetak “uang” seperti budaya elit (seni) dan budaya popular.

    Menurut Sapardi Djoko Pramono, budayawan dan sastrawan Indonesia , budaya massa sering terlihat sebagai prilaku meniru budaya asing atau barat atau juga amerika. Ia nyatakan berupa kecenderungan dengan prilaku didatanginya konsumen dan dipaksa menerima budaya. Budaya yang telah di-estetika-kan (baca: diberi bentuk ekspresi) dalam dunia imajiner yang dibentuk untuk konsumen. Sebenarnya budaya massa dimulai bersamaan dengan dimulainya masa industri. Dengannya monopoli budaya aristokrasi terlarutkan dan menghapus perbedaan budaya: kelas, tradisi, cita rasa. Ini berasal dari semangat moral universal dan demokratisasi kehidupan yang mementingkan keterlibatan umum, hasrat individu, pengalaman imajinatif, dan kepuasan.
    Budaya massa sering diperbandingkan dengan budaya tinggi ( high culture ) yang berciri pada produk yang memiliki dua ciri khas. Pertama, diciptakan dan berada di bawah pengawasan elit budaya yang berperan sesuai tradisi estetis, sastra dan ilmu pengetahuan. Kedua standar yang ketat, yang tidak bergantung kepada konsumen produk mereka dan dilaksanakan secara sistematis. Sedangkan budaya massa mengacu kepada pengertian produk budaya yang dicitakan semata-mata untuk pasar. Ciri-ciri lain yang tidak tersurat dalam definisi tersebut adalah standarisasi produk dan perilaku massa dalam penggunaan produk tersebut (Mc.Quail, 1998 : 38 ). Dengan kata lain dalam budaya massa, orientasi produk adalah trend atau mode yang sedang diminati pasar.
    Dengan kata lain, budaya massa itu dapat dinikmati oleh siapa saja, dari berbagai golongan, tanpa ada pengecualian...hal tersebut bertolak belakang dnegan budaya populer yang cenderung diminati khalayak dari golongan elit..
    mungkin hanya itu saja yang bisa saya sampaikan,,jika ada kesalahan dalam penyampaian komentar asay mohon maaf, karena masih terbatasnya pengetahan yang saya miliki,
    trima kasih.
    wasalam

     
  31. Anonim Says:
  32. Nama:Rahmat Dwi Purwanto
    Nim :07081002023

    Menurut pendapat saya komunikasi massa mengacu pada kolektivitas tanpa bentuk yang komponen-komponennya sulit dibedakan satu dengan yang lainnya,tetapi dapat di bedakan dengan melihat sarat-saratnya maka masssa sama dengan suatu kumpulan orang banyak yang tidak mengenal keberadaan individualitas maksudnaya komunikasi yang terjalin terjadi secara luas bukan per orang
    dalam komunikasi masa peran media masa sanggat besar di dalam komunikasi massa dimana media masa.Dalam penyampaian berbagai produk tayangan,yang mendidik-maupun yang tidak. media massa berupaya menyesuaikan dengan khalayaknya yang heterogen(masyarakat luas) dan berbagai sosio-ekonomi(baik yang miskin maupun yang kaya), kultural, dan lainnya. Produk mediapun massa demi untuk mencapai reting atau kesuksesan serting kali meng exploitasi porang contoh para artis supaya apa yang di sajikannya laku di massyarakat luas tanpa menyadari ada orang yang dirugikan.

    Pada saat ini budaya populer sangat mempengaruhi budaya massa dimana budaya massa sekarang banya menggikuti teren moderen atau hal-hal moderen seperti fashion, model rumah, perawatan tubuh, dan semacamnya dimana hanya sebagian orang yang mengerti dan paham akan hal tersebut dan tidak berlaku secara luar juga tayangan tersebut dapat merubah prilaku masyarakat miskin untuk berprilaku seperti itu biar di anggap moderen.Pada akhirnya media menimbulkan sisi baik dan buruk di dalam masyarakat.

     
  33. Nama : Gita Amelia
    Nim : 07071002079

    aslamualaikum....bu'bahan bacaan yag bu kasih mudah2an dapat jd bahan pengetahuan buat ank2 sosokom atau yg lain na.

    td setelah baca, gita sedikit kasih komentar buat wacana na.Budaya massa adalah akibat dari massifikasi,Adapun massifikasi itu sendiri, terjadi bila kebanyakan orang memakai simbol lapisan atas melalui proses industrialisasi dan komersialisasi dalam sektor budaya, sekalipun industrialisasi dan komersialisasi tidak selalu berarti negatif bagi budaya. Dewasa ini masyarakat ternyata juga mempunyai kemampuan untuk mengontrol media massa berikut dampak-dampaknya.

    media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap sistem nilai, pikir dan tindakan manusia. sebenarnya hmpirb sama seperti peran dari jenis komunikasi lainnya yang akn mengubah penegtahuan,sikap dan perilaku dari individu sebagai suatu bentuk respon terhadap informasi/pesan yang diterima.

    untuk memahami lebih lanjut gita membedakan budaya massa dan budaya populer/high culture secara sederhana. Budaya massa lebih bersifat massal, terstandarisasi dalam sistem pasar yang anonim, praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera dangkal/murahan. Secara evaluatif dapat dikatakan bahwa budaya massa adalah simbol kedaulatan kultural dari orang-orang yang tidak terdidik. Sedangkan,budaya populer mempunyai sistem nilai dan evaluasi yang berbeda. Budaya tinggi lebih dilihat sebagai hasil produksi elite, terkontrol, secara estetis ternilai dan mempunyai standar yang ketat - tidak tergantung pad konsumen produk mereka. Tetapi pada dasarnya budaya massa dan budaya populer memiliki hubungan satu sama lain yang mana keduanya saling membentuk perubahan sosial dalam masyarakat.

     
  34. Komunikasi massa global merupakan hal yang nyata untuk sekarang.Dapat dikatakan bahwa komunikasi massa yang bersifat global merupakan fakta tak terbantahkan untuk melihat media massa sekarang ini.
    Tentunya hal tersebut tidak bisa dipisahkan dengan fenomena atau gejala globalisasi.
    Perkembangan media massa memicu istilah ”global village” seperti yang dilansir oleh McLuhan. Setidaknya ada beberapa aras utama, yaitu keberadaan pasar bebas dalam produk media, keberadaan dan penghargaan atas ”hak informatif”, gejala kebebasan arus informasi dan teknologi komunikasi yang semakin memicu perkembangan media massa. Media massa sekarang bisa dilihat sebagai jejaring sosial yang menyebar dan berkembang secara horizontal maupun vertikal pada sistem sosial masyarakat.
    Pada bagian ini McQuail merinci fakta komunikasi massa global dalam beberapa hal pokok.MEDIA GLOBAL: Faktor Pemicu dan Wacana yang Berkembang Globalisasi media massa semakin tak terelakkan ketika teknologi komunikasi mendorong industri media. Teknologi transmisi media semakin kuat. Teknologi transmisi media memaksa para pelaku bisnis media membentuk media massa sebagai perusahaan komersial. Pada
    titik tertentu, globalisasi media mengikuti perdagangan dan hubungan internasional.
    Hal ini terjadi karena sifat dan cakupan media modern memungkinkan untuk melintasi batas-batas tradisional ruang dan waktu.
    Konstelasi media massa global juga semakin didukung dengan faktor ketergantungan ekonomis dari negara tertentu kepada negara yang lain.
    Tentunya ketergantungan ekonomi ini dipengaruhi juga dengan faktor ketidakseimbangan geopolitik yang selama ini melekat pada sistem politik global.
    Faktor lain yang mendorong globalisasi media adalah periklanan dan perkembangan infrastruktur telekomunikasi.
    Fase lain yang mendorong media global adalah fenomena berkembangnya konsentrasi media baik secara transnasional dan multimedia.Hal ini menghantar pada masalah kepemilikan media oleh para taipun/perusahaan media global.
    Dengan demikian sistem media pun menyebar serba lintas secara teritorial maupun kategorial di seluruh dunia. Sistem media global secara simultan juga memberikan warna dan selera yang sama dalam proses komunikasi global dan pada umumnya sistem program acara berita dan hiburan merupakan andalan dalam proses tersebut. Kehadiran sistem media global memungkinkan khalayak bisa memilih program acara lintas benua,
    lintas sosial, lintas ekonomi dan lintas kebudayaan. Kecenderungan inilah yang memacu pada aspek homogenisasi dan westernisasi program media, karena kebanyakan program media baratlah yang menguasai pangsa khalayak global. Fase ini juga mereduksi kedaulatan komunikasi nasional dan lebih mengembangkan arus informasi yang bersifat global.

     
  35. assalamu'alaikum wr.wb . . .

    setahu saya kebudayaan itu mencakup pikiran dan akal budi manusia . Akal budi dan pikiran sejatinya karya atau ciptaan manusia yang bermasyarakat, sehingga terbentuk peradaban. Dengan demikian, kebudayaan erat kaitannya dengan masyarakat dan adat istiadat dari generasi ke generasi. Kebudayaan tidak hanya kesenian atau hal-hal yang berkaitan dengan intelektual, namun mencakup seluruh pola kehidupan tatanan masyarakat. Contohnya, cara berbicara, cara makan, atau kebiasaan berpikir dan lainnya. Bahkan, kebudayaan Indonesia juga sering didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang ada sebelum terbentuk bangsa Indonesia tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal berasal dari aneka ragam kebudayaan suku-suku di Indonesia sebagai bagian terpadu kebudayaan Indonesia . . .

    Derasnya arus globalisasi telah mengubah cara masyarakat kita dalam berbudaya. Perlahan tetapi pasti, kebudayaan lokal mulai tergerus oleh kebudayaan luar yang menghegemoni. Kebudayaan negara-negara barat yang menganut paham kapitalisme itu tidak saja mengubah tatanan sosial yang ada, namun mempengaruhi perilaku, gaya hidup, dan pola pikir masyarakat kita. Kebudayaan ini menumbuhkembangkan konsumerisme dan hedonisme di segala lapisan masyarakat, laki-laki maupun perempuan. Dengan demikian, kebudayaan lokal yang merupakan identitas yang kita miliki dan warisan para leluhur makin memudar, bahkan menghilang. Kebudayaan tersebut kita kenal dengan istilah kebudayaan populer (pop-culture) . . .

    nah dari situ saya menarik sebuah conclusion mengenai keterkaitan erat antara popular culture dengan commercial culture (kebudayaan komersil). Sesuatu sengaja diproduksi untuk konsumsi yang sifatnya massal (common people). Bisa dikatakan bahwa sesuatu itu diproduksi hanya berlandaskan keinginan pasar saja. Dengan demikian, hipotesa saya bahwa kebudayaan pop hanya akan terjadi manakala keinginan pasar menjadi perhatian sentral. Singkatnya, ada selera mainstream di tengah-tengah masyarakat. . .

    disini saya menekankan pentingnya nalar dalam pemaknaan hidup, Nalar didefinisikan sebagai kemampuan mental yang berguna untuk menyesuaikan pemikiran maupun tindakan dengan tujuan Nalar lebih merupakan fasilitator daripada inisiator. Kita memakai nalar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan menentukan apa yang kita inginkan. Dengan gencarnya promosi gaya hidup modern sekarang ini, kita harus bisa mengambil sikap. Perubahan budaya lokal tidak dapat dielakkan, namun kita dapat mengarahkan perubahan tersebut. Corak budaya global yang negatif kita hilangkan, namun yang positif kita ambil. . .

    Budaya luar yang baik untuk kita adopsi adalah budaya yang memerdakan dan membebaskan manusia. Menurut Immanuel Kant, ada dua unsur yang penting dalam manusia merdeka. Pertama, digunakannya akal budi sebagai satu bagian manusia- nalar yang mampu memecahkan persoalan-persoalan ethis tanpa sama sekali mengacu kepada wujud yang ilahiat. Kedua, ’publik’ sebagai arena. Bagi Kant, ukuran manusia yang dewasa, merdeka, adalah ketika ia mempergunakan nalarnya di arena publik tersebut. Untuk bisa mencapai ke arah sana, dibutuhkan kemandirian yang bertanggungjawab serta disiplin. Dan nalar menunjukkan bagaimana cara efektif dan efisien untuk melakukan perubahan tersebut. . .

    Kemandirian berarti kita mampu hidup tanpa bergantung mutlak kepada sesuatu yang lain. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta berstrategi dengan kelebihan dan kekurangan tersebut untuk mencapai tujuan. Dan nalar adalah alat untuk menyusun strategi. . .

    Dengan gaya hidup mandiri, budaya konsumerisme tidak lagi memenjarakan manusia. Manusia akan bebas dan merdeka untuk menentukan pilihannya secara bertanggungjawab, serta menimbulkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk menunjang kemandirian tersebut. . .

     
  36. Dalam sosiologi, istilah “massa” mengandung pengertian kelompok manusia yang tak bisa dipilah-pilah, bahkan semacam kerumunan (crowd) yang bersifat sementara dan dapat dikatakan: segera mati. Dalam kelompok manusia yang seperti ini, identitas seseorang biasanya tenggelam. Masing-masing akan mudah sekali meniru tingkah laku orang-orang lain yang “sekerumunan.” Puncak dari tingkah laku mereka akan dilalui, katakanlah maksudnya selesai, apabila secara fisik mereka sudah lelah dan tujuan bersamanya tercapai.

    Begitu pula halnya dengan kebudayaan. Kebudayaan massa lebih kurang menunjuk pada berbagai produk dan praktek-praktek kultural yang melibatkan sekumpulan besar orang tanpa organisasi sosial, adat, tradisi, struktur peran dan status, tidak memiliki kompetensi dalam menilai kualitas suatu produk budaya, dan juga...berselera dangkal! Bagi mereka yang “terjerat” di dalamnya, produk-produk dari kebudayaan massa adalah komoditas yang semata-mata ditujukan untuk konsumsi, (dan celakanya) tanpa mereka sendiri memiliki kesanggupan untuk menolaknya—meskipun umur produk-produk itu relatif sementara.

    Bagaimana kita dapat mengenali produk-produk dan/atau praktek-prakteknya? Untuk mengenalinya, menurut Kuntowijoyo dalam tulisannya (“Budaya Elite dan Budaya Massa”), kita dapat lihat dari ciri-ciri yang selalu menyertainya. Sebab kebudayaan massa adalah akibat dari massifikasi. Adapun massifikasi sendiri, terjadi bila orang kebanyakan memakai simbol lapisan atas melalui proses industrialisasi dan komersialisasi dalam sektor budaya, sekalipun industrialisasi dan komersialisasi tidak selalu berarti negatif bagi budaya.

     
  37. istilah budaya massa di sini menurut analisa saya ialah kebudayaan yang secara keseluruhan di sosiolisasikan secara bersama - sama, tidak bisa di ambil keputusan oleh seseorang individu saja. dalam hal pengambilan keputusan tersebut harus melalui kesepakatan bersama oleh seluruh anggota di dalamnya.
    sedangkan budaya populer disini merupakan suatu budaya yang timbul mengikuti perkembangan zaman. semakin majunya zaman maka semakin berkembang pula budaya populer tersebut.
    kaitan antara kedua budaya ini ialah dimana keduanya dipakai dalm kehidupan sehari - hari masyarakat dan juga masyarakat dapat menikmatinya.

     
  38. Anonim Says:
  39. NAMA : ALBEBA
    NIM : 070820033

    Mengenai “kebudayaan massa”, ini adalah istilah kita untuk mass culture. Istilah Inggris ini konon berasal dari bahasa Jerman Masse dan Kultur. Sebenarnya istilah “kebudayaan massa” sendiri merupakan istilah yang mengandung nada mengejek atau merendahkan. Istilah ini merupakan pasangan dari high culture, “kebudayaan elite” atau “kebudayaan tinggi.”

    Dalam sosiologi, istilah “massa” mengandung pengertian kelompok manusia yang tak bisa dipilah-pilah, bahkan semacam kerumunan (crowd) yang bersifat sementara dan dapat dikatakan: segera mati. Dalam kelompok manusia yang seperti ini, identitas seseorang biasanya tenggelam. Masing-masing akan mudah sekali meniru tingkah laku orang-orang lain yang “sekerumunan.” Puncak dari tingkah laku mereka akan dilalui, katakanlah maksudnya selesai, apabila secara fisik mereka sudah lelah dan tujuan bersamanya tercapai.

    Begitu pula halnya dengan kebudayaan. Kebudayaan massa lebih kurang menunjuk pada berbagai produk dan praktek-praktek kultural yang melibatkan sekumpulan besar orang tanpa organisasi sosial, adat, tradisi, struktur peran dan status, tidak memiliki kompetensi dalam menilai kualitas suatu produk budaya, dan juga...berselera dangkal! Bagi mereka yang “terjerat” di dalamnya, produk-produk dari kebudayaan massa adalah komoditas yang semata-mata ditujukan untuk konsumsi, (dan celakanya) tanpa mereka sendiri memiliki kesanggupan untuk menolaknya—meskipun umur produk-produk itu relatif sementara.

    Berbicara mengenai budaya populer tidak lepas dari peran sebuah media massa dalam menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan yang lainnya dengan melalui produk media massa yang di hasikan. Perkembangan media massa bagi manusia secara sosiologi sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat. Pemahaman tentang masyarakat massa sempat menggoncang persepsi anggota masyarakat mengenai dampak media massa yang cukup signifikan dalam merubah tata sosial masyarakat. Isi yang biasa diproduksi dan didiseminasikan oleh media massa adalah budaya populer. Hanya masalahnya sering makna budaya populer dipahami sebagai suatu yang “murahan”. Meskipun sebetulnya istilah budaya populer harus dipahami sebagai sesuatu yang baik, karena merujuk sebuah proses pluralisme dan demokrasi yang kental. Budaya populer adalah hasil budaya yang dibuat secara massif demi kepentingan pasar. Budaya populer lebih bersifat massal, terstandarisasi dalam sistem pasar yang anonim, praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera “dangkal”. Secara evaluatif dapat dikatakan bahwa budaya populer adalah simbol kedaulatan kultural dari orang-orang yang tidak terdidik. Jadi tampak jelaslah hubungan media massa dan budaya populer dengan sosiologi.

     
  40. nama: prima julis saputra

    nim : 07081002013

    menurut saya budaya populer sangat terkait dengan budaya masa karena sebelum budaya itu muncul budaya itu harus banyak dikenal oleh semua golongan masyarakat sehingga budaya tersebut mendapat popularitas yang tinggi jadi munculnya budaya populer tak dapat dilepaskan sarana yang digunakan oleh budaya tersebut sepetri media elektronik,suara , ataupun dari tulisan2 yang dibuat oleh media komunikasi lainnya , karena memiliki popularitas budaya ni akan semakin berkembang dan lama kelamaan akan populer atau dikenal oleh setiap kalangan masyarakat tana membedakan status sosial sehinnga budaya ini dapt diterima oleh seluruuh lapisan masyarakat.


    ketika sebuah budaya yang ppuler dipertanyakan bagaimana ia dapat muncul dan terkenal tak dapat dipunkiri sistem komunikasi yang baiklah yang dapat memunculkan hal tersebutt , bila dikaitkan dalam ilu sosiologi yang perlu diperhatikan banyk nya masyarakat yang terpengaruh kebudayaan masa yang sebenarnya akan banyak terdampak pengaruh terhap mereka sendiri jadi jangan sellu menerima budaya masa yang masuk dalam negara kita ini dapat menyebbabkann suatu hal yang baru dapat menimbulkan gejolak masyarakat untuk memakai dan melakukanya .
    jadi budaya masa menutut saya belum tentu budaaya populer itu budaya masa dan budaya populer pasti budaya masa .


    ketetrkaitan dan hubungan ini tak lepas dari satu kata sebuah KOMUNIKSI dari interakssi terjadi sebuah komunikasi dari komunikasi maka akan jadi sebuah kebiasaan dan kebiasaan ini akan menjadi budaya ketika budaya tersebut mulaii di kenal oleh banyk orang dengan menggunakan media2 yang terkait dan titik akhir ini adalah sebuah kepopulera.

     
  41. Nindi Elisse Says:
  42. Nama : Nindi Elisse
    nim : 07081002074

    Assalam’mualaikum wr.wb.
    Berbicara mengenai budaya populer tidak lepas dari peran sebuah media massa dalam menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan yang lainnya dengan melalui produk media massa yang di hasikan. Perkembangan media massa bagi manusia secara sosiologi sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat. Dampak perkembangan media massa ada dua yaitu negative dan positif keduanya dapat bergaruh baik maupun buruk terhadap masyarakat. Jika masyarakat tidak dapat mengontrolnya itu akan membawah pengaruh buruk bagi masyarakat itu sendiri. Pemahaman tentang masyarakat massa sempat menggoncang persepsi anggota masyarakat mengenai dampak media massa yang cukup signifikan dalam merubah tata sosial masyarakat. Isi yang biasa diproduksi oleh media massa adalah budaya popular sehingga jelas bahwa budaya massa dipengaruhi oleh budaya populer sehingga satu sama lain saling berkaitan terhadap kehidupan manusia. Kebudayaan populer banyak berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu. Sebetulnya istilah budaya populer harus dipahami sebagai sesuatu yang baik, karena merujuk sebuah proses pluralisme dan demokrasi yang kental. Jadi menurut saya, kebudayaan popular itu adalah kebudayaan yang tidak memiliki ketetapan dan selalu berubah-ubah tergantung permintaan,dimana perkataan popular itu berarti sesuatu yg diinginkan terus dan selalu berkembang.

     
  43. Nidaya Says:
  44. Nama :Nidaya
    Nim :(07081002037)

    Assalam’mualaikum wr.wb.
    Secara sederhana budaya massa serupa dengan budaya popular dalam basis penggunanya: masyarakat kebanyakan. Mengenai budaya populer tidak lepas dari peran sebuah media massa dalam menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan yang lainnya dengan melalui produk media massa yang dihasilkan. Namun, berbeda dengan budaya popular yang tumbuh dari masyarakat sendiri, budaya massa diproduksi lewat teknik-teknik produksi massa industri. Budaya tersebut dipasarkan kepada massa secara komersial. Budaya ini kemudian dikenal pula sebagai budaya komersial yang menyingkirkan budaya-budaya lain yang tidak mampu mencetak “uang” seperti budaya elit (seni) dan budaya popular. Jika budaya elit (seni) dan budaya popular tidak mampu mencetak “uang”. Budaya massa melihat para penerima budaya sebagai pasif, lembek, mudah dimanipulasi, mudah dieksploitasi, dan sentimentil. Agen dari budaya massa ini adalah media massa. Televisi, radio, majalah, surat kabar, dan internet menempati posisi penting selaku agen budaya. Sementara produsen dari budaya massa sendiri adalah pabrik-pabrik barang (pakaian, kosmetika, kendaraan) dan pabrik-pabrik jasa (konsultan marketing, event organizer, manajer artis).
    Wassalam’mualaikum wr.wb.

     
  45. assalamualaikum
    menurut saya, Kebudayaan hakekatnya adalah hasil dari pemikiran manusia. Culture atau budaya menurut McIver adalah ekspresi jiwa yang terwujud dalam cara-cara hidup dan berpikir, pergaulan hidup, seni kesusasteraan, agama, rekreasi, dan hiburan, dan yang memenuhi kebutuhan hidup manusia. (dikutip dalam Soekanto, 2002:304).
    Sebagai sebuah panduan bagi sekelompok masyarakat untuk bertindak dan berperilaku,budaya mewujud, dipelajari dan diaplikasikan salah satunya melalui media komunikasi.
    Komunikasi sebagai sebuah perilaku interaksi sosial menjadi alat bagi budaya, untuk mempertahankan dirinya dan memastikan hal tersebut melalui pewarisan sosial. Budaya populer sebagai sebuah kekuatan dinamis, yang menghancurkan batasan kuno, tradisi, selera dan mengaburkan segala macam perbedaan. Budaya massa membaurkan dan mencampuradukkan segala sesuatu, menghasilkan apa yang disebut budaya homogen. Berbicara budaya populer dan budaya massa tentu kaitannya sangat erat dengan media televisi sebagi sarana untuk mentranspormasikan budaya tersebut. budaya populer memiliki pengaruh positif maupun pengaruh negati, positif yakni dengan adanya budaya populer kita dapat mengeksistensikan kebudayaan tradisional,kesenian klasik dengan dikemas secara modern sehingga menarik khalayak ramai untuk menikmatinya, pengaruh negatif yakni budaya populer banyak memberikan pengaruh pola hidup masyarakt seperti dengan gaya hidup westernisasi contoh makan tempat2 seperti KFC MCDonald, pakaian bermerk LOGO, Hammer, jeans levies, televisi yang komersial memberikan pengaruh yang besar pada pola hidup masyarakat jika masyarakat tidak pandai memfilterisasi hal tersebut siap2lah merogok kocek lebih dalam karena kita di tuntut untuk ikut pada dunia moden atau global, tayangan televisi yang bersifat tabu sekarang menjadi hal yang biasa dipertontonkan, hal yang dianggap privasi dijadikan konsumsi publik yang menjadikan acara tersebut ratingnya tinggi contoh ; termehek2, gosip selebriti, dan acara ejenis lainnya, dengan menayangkan hal2 seronok seperti seks bebas, perselingkuhan, homo seks, dipubliksikan kemudian seiring berjlan waktu budaya terbiasa dengan hal tersebut menjadikan sesuatu itu hal yang bukan tabu lagi....
    wassalam...

     
  46. Sebenarnya ingin memberikan sedikit komentar mengenai topik diskusi yang cukup menarik diatas.

    Tapi terus terang saya kehilangan ide dan wacana, karena mungkin sudah terwakili oleh adek-adek tingkat yang pada kritis...

    Membaca dari beberapa asumssi dan pokok pikiran yang disampaikan oleh adek-adek mahasiswa. Saya sangat optimis akan muncul sosiolog-sosiolog yang membanggakan dari fisip unsri...

    Selamat berjuang... Tuk memamahi lebih baik.
    Mengutip sedikit kata-kata yang luar biasa dari seorang sahabat yang menyakatakan : "Jangan sampai berhenti pada pengertian dan definisi, karena kita takkan kemana-mana, kalau hanya berhenti pada katanya, katanya dan katanya..."

     
  47. Anonim Says:
  48. Agung Pratama
    07081002032

    Assalamualaikum
    Berbicara mengenai budaya populer tidak lepas dari peran sebuah media massa dalam menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan yang lainnya dengan melalui produk media massa yang di hasikan.
    Budaya massa membaurkan dan mencampuradukkan segala sesuatu, menghasilkan apa yang disebut budaya homogen.
    budaya populer dan budaya massa tentu kaitannya sangat erat dengan media televisi sebagi sarana untuk mentranspormasikan budaya tersebut. budaya populer memiliki pengaruh positif maupun pengaruh negati, positif yakni dengan adanya budaya populer kita dapat mengeksistensikan kebudayaan tradisional,kesenian klasik dengan dikemas secara modern sehingga menarik khalayak ramai untuk menikmatinya, pengaruh negatif yakni budaya populer banyak memberikan pengaruh pola hidup masyarakt seperti dengan gaya hidup westernisasi. Peran media massa adalah sarana berjalannya informasi menuju globalisasi transparan baik yang berdampak positif maupun negatif sesuai subyek yang menilai secara universal.media massa merupakan industri yang berkompetisi antar perusahaan media agar terus berkembang dan memperoleh profit sesuai target.
    wslm.

     
  49. Anonim Says:
  50. M.Rizki Afriza
    Nim 07071002044
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Mengenai soal budaya massa ini tidak terlepas dari media massa. Di kehidupan manusia juga di penuhi oleh pengaruh media massa dimana media massa merupakan sarana informasi yang cepat sehigga berita yang disampaikan pun cepat tersebar di seluruh pelosok dunia selain itu media massa bisa sebagai suatu media hiburan untuk menghibur khalayak massa yang heterogen. Media massa bisa menyuguhkan teladan budaya yang bijak untuk mengubah prilaku masyarakat selain itu tidak selamanya informasi media massa berdampak positif, informasi media massa juga bisa berdampak negatif maka dari itu informasi tersebut juga perlu disaring agar diketahui kebenaranya . Budaya massa membuat lahirnya budaya populer dimana informasi yang diberikan bisa menjadi suatu budaya populer misalnya gaya berpakaian yang dengan disebar luaskan media massa maka akan menjadi trend sehingga menjadi suatu budaya populer.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

     
  51. Anonim Says:
  52. EGHIYURIVO
    07071002113
    Asasalamu'alaikum wr.wb
    Menurut panadangan saya sebagai mahasiswa, budaya massa itu memang mempunyai dampak fositv maupun negatif, namun kebanyakn orang beranggapan budya massa itu negatif,di antara ny dengan budaya massa banyak sekali terbentuk kelompok2 yg liberal bahkan menjurus k anarkis.
    Tapi selain itu ada dampak fositif yang dapat kita ambil,mis denagn budaya massa orang dapat memposisikan diri nya sesuai dengan pekerjaan,ekonomi,gaya hidup,pendididkan dll,bahkan sebagai wadah berexpresi bagi mereka.
    Terserah anda mau menilai nya seperti apa...budaya massa ini??
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

     
  53. Anonim Says:
  54. Nama : Andrian Sitinjak
    Nim : 07101002033

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Bu Dyah,, Setelah Saya MEmbaca, dan sebagian melihat Di internet,,,
    Budaya masa Dan Budaya Populer ITu sama Saja,
    yaitu suatu sistem komunikasi yang mengandung pesan dengan fungsi gandanya yaitu, menunjukkan atau menjelaskan, kemudian memaksa secara samar. Walau pun mitos budaya massa merupakan suatu sistem komunikasi. semua hal bisa menjadi mitos budaya massa,, olahraga, berita koran dan seterusnya .


    Contoh yang naif terjadi pada dunia olah raga sepak bola ini dipandang terlalu fanatik. Di mana unsur kefanatikannya yang marak sebenarnya tak mampu menyadarkan manusia secara hakiki, karena kefanatikannya yang diangkat ke permukaan bersifat naif dan tidak sportif. Semisal, tim sepak bola favoritnya kalah dalam pertandingan, kemudian sporternya mengamuk membabi buta secara massa dengan alasan karena kekecewaan. Hal seperti ini yang sebenarnya akan menghilangkan fungsi mitos budaya massa secara esensial.
    Itu sebagian Yg MEmbuat Budaya Yg Tidag Patut Untuk Di Contoh.
    Yang TErpenting Dari budaya MAsa Ataupun Poluler ADalah Komunikasi Dengan MEnggunakan MEdia..

    Trimahkasih,,

     
  55. Anonim Says:
  56. NAMA : JOVIE FERNANDES
    NIM : 07101002028

    Assalam’mualaikum wr.wb.
    Berdasarkan analisis saya, mengenai budaya populer tidak lepas dari peran media massa, yang menghubungkan seluruh unsur masyarakat menjadi satu melalui produk media massa yang menghasilkan suatu hasil atau produk.
    Budaya massa mencampuradukkan segala sesuatu, menghasilkan sesuatau yang mana sering kita sebut dengan kata homogen, yakni mempersatukan segala unsur perbedaan yang ada didalam masyarakat menjadi satu sehingga tidak ada lagi perbedaan didalam masyarakat.
    Berbicara mengenai budaya populer dan budaya massa, tentu tidak lepas dari kemajuan teknologi seperti televisi, internet, dan sebagainya. Kemajuan yang terjadi tersebut pasti memiliki pengaruh yang positif dan negatif, dimana hal yang positif tersebut seperti hal nya internet yang dapat di pergunakan untuk mencari suatu informasi, namun di sisi lain juga ada dampak negatifnya seperti obsesi untuk melihat, men-download dan memperdagangkan pornografi.
    Namun semua itu tergantung pada seseorang yang menyikapinya.
    Wassalam’mualaikum wr.wb.

     
  57. HERZA SEPTIAN
    NIM : 07101002021

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Menurut saya mengenai budaya massa dan budaya populer, keduanya saling berhubungan. Budaya populer tidak lepas dari media massa. Dalam keseharian Media massa adalah yang paling dominan dalam keseharian masyarakat sehingga dampak terhadap budaya massa dan budaya populer sangat besar. Melalui media massa yaitu televisi, internetdll, budaya massa dan budaya populer bsa bsa berkembang dengat pesat.
    Budaya populer sendiri memiliki dampak terhadap masyarakat. Dampak negatifnya:
    secara emosional budaya populer merusak,karena(cenderung)menghadirkan kepuasan palsu, brutalisme yang ditampilkan lewat adegan kekerasan dan seks. Secara
    intelektual, budaya pop juga mempengaruhi publiknya terkait
    dengan kemampuan mengatasi realitas, dan secara kultural,
    mendistorsi kemampuan mereka terlibat dalam level budaya yang lebih
    tinggi.
    Jadi media massa sangat berpengaruh terhadap budaya massa dan budaya populer. Media massa dapat berdampak positif maupun negatif tergantuk dari masyrakat tersebut apakah ia dapat memilih dan memilah apa yang harus di ambil dan apa yang harus di buang.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

     
  58. Anonim Says:
  59. Nama :Andri Antomi
    NIM : 070701002053

    Selamat pagi bu...
    Menurut Pendapat saya....
    Budaya muncul dari kebiasaan yang di lakukan secara berulang-ulang, dan itu diterima oleh khalayak masyarakat. Mungkin pada awalnya kebiasaaan itu hanya di lakukan oleh beberapa orang dan dalam ruang lingkup tertentu. Dan itu sudah bisa dikatan sebagai budaya massa tetapi sekup nya belum terlalu luas dan biasanya segala aktifitas yg berkaitan dengan massa menyimpan maksud tertentu dalam pergerakan nya, seperti halnya kegiatan demonstran mungkin ada kepentingan pribadi/kelompok di dalamnya. Tetapi ketika itu di ekspos oleh media massa maka, aktifitas yg dilakukan tersebut bisa menarik inspirasi pada masyarakat yg melihat kegitan massa itu, kebiasaan itu akan menyebar, dan segala penjuru akan mengetahui tentang kebiasaan itu. Dan disalanlah kebiasaan yg sebelum nya hanya di minati oleh beberapa orang dan dalam ruang lingkup tertentu saja menjadi, sebuah kebiasaan dan membudaya secara global. Sehingga terjadilah demonstarn dimana-mana.

     
  60. Anonim Says:
  61. nama : Wawan Gunawan
    Nim : 07071002033

    assalamu'alaikum..
    menurut saya budaya massa adalah suatu produk kebudayaan yang terus menerus direproduksi sekaligus dikonsumsi secara massal, sehingga industri yang tercipta dari budaya massa ini berorientasi pada penciptaan keuntungan sebesar-besarnya. Budaya massa ini adalah sebagai akibat dari kritik atas budaya tradisional, dimana budaya tradisional ini muncul dan berasal dari masyarakat itu sendiri dan tidak terikat atau tergantung pada media massa. Budaya tradisional itu sendiri terbangun dari proses adaptasi dari interaksi kelas elit masyarakat dalam hal estetika, sangat mengagungkan kesusatraan dan tradisi keilmuan. Sedangkan pada budaya massa, sebagai kritik atas budaya tradisional, merujuk kepada proses pluralisme dan demokrasi yang kental, berusaha untuk menghilangkan kelas-kelas yang mendasarkan dirinya pada budaya modal, borjuasi dan elitisme, dengan mengedepankan kebersamaan dan egalitarianisme. Namun secara negatif, budaya massa juga banyak diartikan sebagai perilaku konsumerisme, kesenangan universal yang bersifat hanya seketika, mudah punah, dan memiliki makna yang dangkal dan tidak bersifat ganda, mengacu kepada pengertian produk budaya yang diciptakan semata-mata untuk pasar. Dengan kata lain dalam budaya massa, orientasi produk adalah trend atau mode yang sedang diminati pasar. terimakasih

     
  62. Anonim Says:
  63. Ibrahim Martawijaya
    07071002064
    Assalamu'alaikum Wr.Wb
    Menurut analisis saya, saya akan mencoba memberikan suatu tulisan.
    Budaya massa itu merupakan hasil dari kebudayaan modern yang berkembang di masyarakat,dengan ada nya budaya massa masyarakat tersegmentasi ke dalam bagian2 massa yang terbentuk dalam berbagai bidang.dapat kita lihat dimana dengan adanya budaya massa peran media baik koran maupun televisi mencoba membahas dan mengkemas segala kebudayaan budaya klasik menjadi lebih menarik. Dan budya massa itu sering kali berubah ubah ini tergantung pada permintaan yang sedang populer dan permintaan massa.
    Dampak negatif yang ada dalam budaya massa antara lain, munculnya sekelompok massa yang bergerak secara radikal, diantaranya munculnya gerakan gerakan yang kontra pemerintah ini membuat sering nya terjadi demontarsi terhadap kebijakan yang di buat dan di tetepkan oleh pemerintah sehingga menyebabkan terjadi nya gesekan antara pemerintah dengan kelompok massa.
    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

     
  64. Anonim Says:
  65. nama: afrian setianto
    nm:07071002067

    menurut saya pada era saat ini untuk media mempunyai perananyang sangat penting dalam mengubah budaya didalammasyarakat.media massa adalah ujung tombak dari perubahan yang tejadi dimasyarakat.
    media slalu mengemas berita dengan sangat menarik supaya masayarakat tertarik untuk mengetahui apa yang disampaikan di media tersebut.
    media hiburan ditujukan kepada masyarakat modern untuk menghilangkan stress akibat dari tekanan dari luar maupun dari dalam akibat perubahan zaman.
    dampak negatif dari media hiburan adalah cenderung memperlihatkan dan mengajarkan para pemirsa untuk bersifat mengikutinya dan cenderung bersifat konsumptif.
    jadi kita sebagai bagian dari masyarakat modern harus bijak dan selektif dalam memilih media massa dan media hiburan dan harus sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

    terimakasih

     
  66. Anonim Says:
  67. Nama : Ahmad didi syofuwan
    Nim : 07071002051

    Assalammu’allaikum wr wb.
    Budaya massa ini adalah sebagai akibat dari kritik atas budaya tradisional, dimana budaya tradisional ini muncul dan berasal dari masyarakat itu sendiri dan tidak terikat atau tergantung pada media massa. lalu di produksi dan di komsumsi secara masal untuk menyari keuntungan sebesar besarnya. Budaya massa sebagai kritik atas budaya tadisional untuk menghilangkan kelas kelas yang ada d kalangan masyarakat dan mengedepankan rsas kebersamaan dan egalitarianisme, akan tetapi budaya massa banyak diartikan sebagai prilaku konsumerisme. Budaya masa di produksi semata mata untuk pasar. Bisa dikatakan budaya massa orientasi produks adalah trend atau mode yang sedang diminati pasar.
    Didalam prilaku yang muncul adalah proses imitasi dan peniruan, dimana proses ini adalah hasil dari kecenderungan manusia untuk melakukan imitasi atas nilai dan bentuk-bentuk yang dipercaya atau dirasakan mempunyai kecocokan. Media massa mengarahkan dan membentuk perilaku khalayak dan menjadikan khalayak sebagai pasar dari produk yang mereka ciptakan, untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan aspek ekonomis dari pemilik media massa ataupun kekuatan lain yang secara politis menarik keuntungan dari hal tersebut.
    Wassalammu’ alaikum wr wb...

     
  68. Anonim Says:
  69. Nama : Selvia Melinasari
    NIM : 07101002024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Warga negara menghendaki media massa tampak nyata memberdayakan dan menjadikan diri mereka sebagai subjek pemerintahan. Warga negara merasa memiliki kewenangan dan sifat partisipatoris. Oleh karena itu, sebaiknya media memang bukan partisan, apa lagi sektarian. Media semestinya tidak saja menjadi pengamat-pengamat yang netral, tetapi malah menjadi aktor politik itu sendiri. Teori komunikasi massa, konsep masyarakat massa mendapat hubungan kuat dengan produk budaya massa yang pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana proses komunikasi dalam konteks masyarakat massa membentuk dan dibentuk oleh budaya massa yang ada. Beberapa kajian sosial mengenai dampak media massa dalam sebuah masyarakat membuat persepsi baru bahwa media massa, masyarakat, budaya massa dan budaya tinggi saling berhubungan satu sama lain.

     
  70. Anonim Says:
  71. Nama : Randi
    Nim : 07101002002

    Asslamualaikum WR.WB
    Menurut saya Budaya massa adalah suatu keadaan budaya yang di akibatkan dari massifikasi. Adapun massifikasi sendiri, terjadi apabila orang kebanyakan memakai simbol lapisan atas melalui proses industrialisasi dan komersialisasi dalam sektor budaya, sekalipun industrialisasi dan komersialisasi tidak selalu berarti negatif budaya melainkan terdapat positif budaya.
    Aspek negatif kebudayaan massa lebih cenderung menunjuk pada berbagai produk dan praktek-praktek kultural yang melibatkan sekumpulan besar orang tanpa organisasi sosial, adat, tradisi, struktur peran dan status, tidak memiliki kompetensi dalam menilai kualitas suatu produk budaya. Bagi mereka yang “terjerat” di dalamnya, produk-produk dari kebudayaan massa adalah komoditas yang semata-mata ditujukan untuk konsumsi, (dan celakanya) tanpa mereka sendiri memiliki kesanggupan untuk menolaknya—meskipun umur produk-produk itu relatif sementara.
    Wassalamualaikum WR.WB

     
  72. Anonim Says:
  73. Nama : Brigita Linda Novrilia
    NIM : 07101002015

    Selamat siang bu...
    Menurut pendapat saya, budaya massa ini merupakan suatu bentuk kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat banyak, kebiasaan ini timbul karna suatu masyarakat merasa cocok dengan apa yang dilakukannya saat ini. Budaya massa ini ada yang bersifat sementara dan ada juga yang berlanjut. Budaya ini muncul dari berbagai kalangan masyarakat yang memiliki atau tidak memiliki beragam kepentingan dan bahkan tidak saling kenal satu dengan yang lainnya.
    kelompok massa ini terkadang menimbulkan suatu pandangan negatif, misalnya para demonstran yang melakukan aksi brutalnya dengan melempari gedung DPR demi kepentingannya terpenuhi(karna ulah dari kelompok kepentingan).
    Sedangkan budaya populer ini menurut saya lebih condong ke arah masyarakat yang memiliki kepentingan yang sama dan hanya bersifat sementara atau hanya pada saat itu saja. misalnya sama-sama sedang menonton pertandingan sepak bola secara langsung.

    ini pendapat saya bu, terimakasih....

     
  74. Anonim Says:
  75. Nama : Nanda Susangga
    Nim : 07101002008

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Budaya massa adalah dimana relasi individu mencerminkan adanya suatu karakter massa dan homogen, yang mengandung kerangka nilai, ide, simbol dan perilaku masyarakat industrial .Budaya massa sering digunakan untuk menandai suatu perbedaan antara seni otentik dan abadi disuatu sisi dengan commodity culture yang diproduksi secara massal seperti musik pop dan opera sabun.
    Arti budaya massa diinterpretasikan secara negatif oleh beberapa pihak. Budaya massa mengurangi kapasitas masyarakat untuk menambah pengalaman hidup, menyebabkan pemiskinan budaya (Van Den Haag) dan daya intelektual masyarakat (Edward Shils), ditandai dengan de-individualisasi kehidupan, pencarian yang tidak pernah berakhir, Freud menyebutnya dengan coretan pengganti atau tempat tinggal pengganti (leavis). Budaya massa (produced article-massa) adalah bentuk dari tindak kekerasan dan pengekangan selera Pemenuhan selera massa telah terbias, tidak lagi berkomposisi dalam ukuran statistik.Budaya massa berkembang dan bergerak pada pekerjaan yang tidak selesai diantara kekacauan Pemakaian budaya massa adalah bentuk represif sebuah teks yang kosong beserta bentuk praktek budaya massa, lalu dikonsumsi dan untuk mengisi kekosongan. Budaya massa adalah budaya populer ( Friedler, 1990-an ). Budaya sepintas lalu, seperti peristiwa kehilangan momennya, suatu tujuan yang tidak mengena pada sasaran dan tidak ada tempatnya pada peta budaya. Media telah menjadikan sarana ketergantungan bangsa-bangsa didunia ketiga terhadap rasionalitas teknologi, pemupukan semangat konsumerisme serta kepuasan pada kesenangan jangka pendek. Kondisi ini telah melakukan “keterbelakangan mental” oleh Ivan Illich.
    Budaya massa sarat pemandangan yang dimanipulasi kepada masyarakat audiensi oleh sistem yang monolitik dan anggapan efek budaya yang negatif dari media itu sendiri dengan sedikit bukti yang empirik mengenai piranti dan informasi yang diadaptasi dan digunakan dalam praktek sehari-hari. (J. Tolimson)

     
  76. Anonim Says:
  77. Nama : Yulasteriyani
    Nim : 07101002004
    Assalamua’laikum Wr. Wb.
    Menurut saya Budaya massa merupakan kebiasaan orang banyak yang mentradisi dalam masyarakat atau massa itu sendiri. Sedangkan Istilah ‘mass’ sebenarnya telah dipakai sejak abad-19. Mass atau masse didefinisikan mayoritas Eropa yang tidak terpelajar atau non-aristokratik. Berkesan rendah dan ditujukan sebagai masyarakat yang tidak berbudaya. Sama halnya dalam definisi Jerman, masse dan kultur merupakan lawan kata dari high kultur. Menurut Sapardi Djoko Pramono, budayawan dan sastrawan Indonesia , budaya massa sering terlihat sebagai prilaku meniru budaya asing atau barat atau juga amerika. Ia nyatakan berupa kecenderungan dengan prilaku didatanginya konsumen dan dipaksa menerima budaya.
    Sebenarnya budaya massa dimulai bersamaan dengan dimulainya masa industri. Dengannya monopoli budaya aristokrasi terlarutkan dan menghapus perbedaan budaya: kelas, tradisi,dan cita rasa. Ini berasal dari semangat moral universal dan demokratisasi kehidupan yang mementingkan keterlibatan umum, hasrat individu, pengalaman imajinatif, dan kepuasan. Mursito mengatakan bahwa di hadapan khalayak, media massa memiliki kredibilitas yang tinggi. Masyarakat percaya bahwa apa yang dikemukakan media massa adalah reali-tas yang sepenuhnya berasal dari kebenaran fakta. Dengan perkataan lain, realitas media dianggap representasi fakta. Oleh karena itu media massa telah menjadi “ruang” bagi khalayak.
    Wassalamua’laikum Wr.Wb.

     
  78. Anonim Says:
  79. Nama : Defri Ruasa
    Nim : 07101002044

    assalam wr .wb

    dari Analisis saya diperoleh bahwa Budaya populer dan budaya massa yang disebarkan lewat media massa dianggap menjadi bagian penting yang mengancam identitas dan sekaligus mengonstruksi identitas baru. Karena ia melarutkan semua perbedaan budaya berdasarkan standarisasi produk untuk konsumsi massa. Masyarakat menjadi homogen diakibatkan dari pengaruh negatif yang diberikan oleh budaya populer.

    misalnya : sekarang sudah banyak orang sudah berada dalam paksaan psikis untuk terus-menerus membeli yang lebih baru lagi. Mereka merasa resah atau bahkan gila kalau tahu bahwa ada handphone (HP) yang baru dan mereka belum memilikinya. Kalau secara terencana membeli HP dengan pelbagai fungsi yang dia butuhkan, tentu tidak ada masalah. Tetapi karena sudah termanipulasi secara psikis, maka begitu ada model baru di pasar, mereka merasa harus membelinya, meskipun HP yang sudah dipunyai masih memadai. Begitu juga dalam hal pakaian, mobil, laptop, pola hiburan dan lain-lain.

    misalnya lagi :kata cantik dihegemoni sebagai suatu tuntutan bagi individu dalam kehidupan sosial masyarakatnya. Akhirnya bagi sebagian wanita bahkan laki-laki merelakan diri untuk merogoh koceknya sebanyak apapun demi mendapat suatu kecantikan.

     
  80. Mukhlis Says:
  81. Nama : Mukhlis
    Nim : 07071002045
    Jurusan : Sosiologi


    Assalamualaikum wr.wb
    Selamat pagi bu’

    Indonesia seperti sebuah kapal induk yang sedang oleng di tengah badai, perjalanan hidup bangsa indonesia bukan saja seperti kapal induk tanpa peta navigasi, melainkan juga seperti kapal induk yang kehilangan energi untuk menggerakan seluruh sistem navigasi nya.
    Budaya massa dan budaya populer berkembang siiring perkebangan zaman trend budaya saat ini berkembag tanpa melihat usia, semua orang degan muda terkontaminasi tanpa melihat seberapa besar potensial yang dapat di manfaatkan dari perkembagan masa tersebut
    Media massa berupaya menyesuaikan dengan khalayaknya yang heterogen (masyarakat luas) dan berbagai sosio-ekonomi(baik yang miskin maupun yang kaya), kultural, dan lainnya. Produk mediapun massa demi untuk mencapai reting atau kesuksesan serting kali meng exploitasi yangn di anggap men jadi perbincanagan yang lagi di minati.
    degan kata lain berbicara mengenai budaya populer tidak lepas dari peran sebuah media massa dalam menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan yang lainnya dengan melalui produk media massa yang di hasikan. Perkembangan media massa bagi manusia secara sosiologi sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat
    Sekian ...
    Terimakasi..

     
  82. Nama : Diana Febriani
    Nim : 07101002040


    Assalamualaikum wr.wb
    Setelah membaca dan memahaminya, saya berpendapat bahwa Budaya massa adalah hasil budaya yang dibuat secara massif demi kepentingan pasar. Budaya massa lebih bersifat massal, terstandarisasi dalam sistem pasar yang anonim, praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera “dangkal”. Media memproduksi dan mendiseminasikan budaya massa melalui isi atau contennya.
    Komunikasi massa berproses pada level budaya massa, sehingga sifat-sifat komunikasi massa sangat dipengaruhi oleh budaya massa yang berkembang di masyarakat dimana proses komunikasi itu berlangsung. Budaya massa dalam komunikasi massa memiliki beberapa karakter:
    1) Non-traditsional, yaitu umumnya komunikasi massa berkaitan erat dengan budaya populer. Budaya populer ini lebih cenderung menonjolkan unsur kepopulerannya.
    2)Budaya massa juga bersifat merakyat, tersebar di basis massa sehingga tidak mengerucut di tingkat elite, namun apabila ada elite yang terlibat dalam proses ini, maka itu bagian dari basis massa itu sendiri.
    3)Budaya massa juga memproduksi produk-produk massa seperti umpamanya infotainment adalah produk pemberitaan yang diperuntukkan kepada massa secara luas. Kita tahu bahwa semua orang juga dapat memanfaatkannya sebagai hiburan umum.
    4)Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya populer sebagai sumber budaya massa. Contoh: acara-acara seni pertunjukan tradisional mulanya hanya menjadi tontonan/diminati oleh pemilik budaya dari seni yang bersangkutan. Namun begitu dikemas dan ditayangkan di media massa maka akan berubah menjadi budaya populer yang ditonton juga oleh berbagai kalangan dan latar belakang budaya yang berbeda.
    5)Budaya massa, terutama yang diproduksi oleh media massa diproduksi menggunakan biaya yang cukup besar, karena itu harus menghasilkan keuntungan untuk kontinuitas budaya massa itu sendiri, karena itu budaya massa diproduksi secara komersial agar tidak saja menjadi jaminan keberlangsungan sebuah kegiatan budaya massa namun juga menghasilkan keuntungan bagi kapital yang diinvestasikan pada kegiatan tersebut.

     
  83. Debi Says:
  84. Nama : Debi Permatasari
    Nim: 07101002011
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut pendapat saya Budaya massa adalah produk kebudayaan yang terus menerus direproduksi sekaligus dikonsumsi secara massal, sehingga industri yang tercipta dari budaya massa ini berorientasi pada penciptaan keuntungan sebesar-besarnya. Budaya massa ini adalah sebagai akibat dari kritik atas budaya tradisional, dimana budaya tradisional ini muncul dan berasal dari masyarakat itu sendiri dan tidak terikat atau tergantung pada media massa. Budaya tradisional itu sendiri terbangun dari proses adaptasi dari interaksi kelas elit masyarakat dalam hal estetika, sangat mengagungkan kesusatraan dan tradisi keilmuan.
    Sedangkan pada budaya massa, sebagai kritik atas budaya tradisional, merujuk kepada proses pluralisme dan demokrasi yang kental, berusaha untuk menghilangkan kelas-kelas yang mendasarkan dirinya pada budaya modal, borjuasi dan elitisme, dengan mengedepankan kebersamaan dan egalitarianisme. Namun secara negatif, budaya massa juga banyak diartikan sebagai perilaku konsumerisme, kesenangan universal yang bersifat hanya seketika, mudah punah, dan memiliki makna yang dangkal dan tidak bersifat ganda, mengacu kepada pengertian produk budaya yang diciptakan semata-mata untuk pasar.
    Wassalamualaikum wr.wb

     
  85. Aninta Says:
  86. NAMA : ANINTA KARTINI
    NIM : 07101002052

    Assalamualaikum.. Wr.. Wb..
    Menurut pendapat saya , kedua budaya tersebut saling berhubungan . Dimana budaya massa adalah hasil budaya yang dibuat secara massif demi kepentingan pasar. Budaya massa lebih bersifat massal, terstandarisasi dalam sistem pasar yang anonim, praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera. Sedangkan budaya populer adalah sebuah budaya yang menjadi trend dan diikuti atau disukai banyak orang . Kebudayaan popular juga berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang berpotensi. Jadi , budaya massa bisa juga disebut tren atau mode yang sedang diminati .
    Sekian pendapat dari saya , terima kasih . Wassalam ..

     
  87. Nama: puspita sari
    Nim : 07101002073

    assalamualaikum wr.wb
    Budaya massa dan Budaya popular
    Budaya massa dan budaya popular itu saling berkaitan satu sama lain, menurut saya budaya massa merupakan sesuatu yang dihasilkan ( akibat ) dari media massa yang memberikan tontonan dalam masyarakat baik itu bersifat positive maupun negative yang menyebabkan berubahnya kebiasan yang ada dalam masyarakat contoh : berita , tontonan yang ada dalam media massa itu sendiri dapat di pengaruhi oleh budaya popular yang sedang berkembang pada masyarakat dan biasnya budaya massa cenderung meniru dari budaya popular .
    Sedangkan budaya popular itu merupakan sebuah kebiasaan yang ada pada masyarakat ( terutama golongan elite) yang sudah berkembang dalam masyarakat , budaya popular ini cenderung memberikakn tontonan yang bersifat hiburan , contoh : Gosip, OVJ .
    Budaya massa ataupun budaya popular itu dapat di akibatkan karena pengaruh media massa : internet, tv, radio, buku dan hp .
    wassalam..

     
  88. Gina Desiana Says:
  89. Nama : Gina Desiana
    Nim : 07071002096

    Assalammualaikum,Wr,Wb...
    menurut pendapat saya bu, budaya massa diartikan sebagai budaya yang komersialyang dprduksi secara massal hanya saja tujuan utamanya adalah keuntungan atau profit.
    budaya populer meleburkan budaya rendah dan budaya tinggi. dengan demikian,terjadi persilangan(cross)kedua budaya. produksi budaya rendah dinikmati oleh kalangan tinggi begitupun sebaliknya.
    Dalam perkembangannya, budaya massa akhirnya dipahami sebagaibudaya populer. Awalnya, budaya massa terbentuk oleh kebutuhan masyrakat akanhiburan.

    demikianlah bu pendapat saya, lebih dan kurang saya mohon maaf.
    wassalammualaikum,.

     
  90. Bastian Says:
  91. NAMA : Bastian Willy
    NIM : 07101002023

    Ibu' dyah, jika menurut pandangan saya, tulisan ibu ini lebih mengangkat masalah yang lebih condong ke sosiologi komunikasi, dimana penyampaian penyampaian oleh media yang ditangkap oleh masyarakat dan dapat di imitasi oleh mereka lewat sugesti mereka.
    menurut Jurgen Habermas (1992), di bukunya yang berjudul Communicative Rasionality, beliau berkesimpulan bahwa keadilan adalah hal yang terpenting di kehidupan pada abad 21 ini, dimana mengedepankan unsur rationallity, dan karakter dari era teori postmodern ini.
    dan ini juga terjadi tak semata mata hanya dapat dilihat dari segi komunikasi, tapi juga di segi Perubahan Sosial, dimana telah terjadiperubahan REVOLUSI, yang dimana perubahan itu terjadi akibat ulah dari kehendak manusia itu sendiri, dan oleh manusia itu sendiri tentunya yang ingin berubah ke arah positivisme.
    DAN saya lebih suka ke budaya populer, karena memiliki pemikiran rasional walaupun harus memakan "korban" yang harus dijual, dalam hal ini adalah kebudayaan.

     
  92. Nama : Maretha Windha Sari
    NIM : 07071002050

    Assalamualaikum wr.wb..
    malem bu...sedikit mengomentari bu...
    menurut pendapat saya budaya massa dan budaya populer memiliki kesamaan dimana budaya tersebut memberikan dampak yang positif. berbeda dengan budaya populer yang berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau katakanlah berita seputar selebrti yang sangat diikuti perkembangannya mulai dari gaya hidup, fashion bahkan konflik-konflik yang pernah dialami oleh artis tersebut masuk dalam infotainment yang merupakan salah satu berita hiburan, seperti yang di ungkapkan oleh Agger bahwa budaya yang masuk dunia hiburan maka budaya itu umumnya mendapat unsur populer sebagai sumber utamanya. sedangkan budaya massa adalah hasil budaya yang dibuat secara massif demi kepentingan pasar dan lebih bersifat massal dan lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera. msalnya pada salah satu stasiun televisi menghadirkan ajag kompetisi pencarian bakat menyanyi, maka akan ditayangkan/dimunculkanlah seperti (akademi fantasi indonesia, indonesian idol) artinya lebih cenederung mana acara yang sedang di gandrungi oleh masyarakat.
    sekian komentar dari saya bu..lebih dan kurang saya mohon maaf.
    wassalamualaikum

     
  93. Anonim Says:
  94. NAMA : RETTI UTAMI
    NIM : 07071002028

    Assalamualaikum.. Wr.. Wb

    Menurut pendapat saya, budaya massa dan budaya populer saling berhubungan. mereka sama-sama budaya yang menjadi trend dan diikuti atau disukai banyak orang. Kebudayaan popular juga berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang berpotensi. Jadi, budaya massa bisa juga disebut tren atau mode yang sedang diminati.
    budaya massa dan budaya populer adalah semacam lanskap budaya yang dipraktikkan, disebarkan, dipasarkan, dan dimediakan dalam kehidupan sehari–hari di tengah masyarakat Indonesia kontemporer.
    Contoh-contohnya dapat diresapi sendiri lewat iklan, sinetron, infotaimen (gosip), film, dan berbagai program-program televisi saat ini. Dari semua produk media inilah terbentuk budaya sehari-hari masyarakat Indonesia kontemporer.
    sekian komentar dari saya bu..lebih dan kurang saya mohon maaf.
    wassalamualaikum

     
  95. santi Says:
  96. Nama : Santi NovriLiani
    Nim : 07071002014

    Assalamualaikum.. Wr.. Wb

    menurut saya Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya popular sebagai sumber budaya massa. Bahkan secara tegas dikatakan bahwa bukan popular kalau bukan budaya massa artiya budaya tradisional dapat menjadi budaya popular apabila menjadi budaya massa.
    misalnya dapat saya sebutkan seperti Contohnya srimulat, ludruk, maupun campursari. Pada mulanya kesenian tradisional ini berkembang di masyarakat tradisioanal dengan karakter-karakter tradisional, namun ketika kesenian ini dikemas di media massa maka sntuhan popular mendominasi seluruh kesenian tradisional itu baik kostum, latar, dan sebagainya tidak lagi menjadi konsumsi masyarakat pedesaan namun secara massal menjadi konsumsi semua lapisan masyarakat di pedesaan dan perkotaan.

    sekian dari saya bu, terima kasih...

     
  97. Putri Oktarina
    07101002077
    assalamualaikum wr wb
    menurut saya, budaya massa lebih kurang menunjuk pada berbagai produk dan praktek-praktek kultural yang melibatkan sekumpulan besar orang tanpa organisasi sosial, adat, tradisi, struktur peran dan status, tidak memiliki kompetensi dalam menilai kualitas suatu produk budaya.
    perkembangan media massa baru seperti televisi sempat mengubah persepsi sosial masyarakat karena pengaruhnya yang sedemikian dahsyat. Bahkan dapat dikatakan bahwa televisi mampu menjadi sentra kehidupan sosial meski tidak menutup kemungkinan bahwa media cetak juga tetap mempunyai kekuatan yang cukup signifikan dalam masyarakat.
    budaya populer banyak berkaitan dengan masalah keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan orang tertentu

     
  98. Witta Says:
  99. Nama : Wita Nova Lestari
    Nim : 07101002043

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Ibu Dyah yang saya hormati , setelah saya membaca serta memahami tulisan ibu yakni dari pengertian budaya massa dan budaya populer pada dasarnya sama karena masih dalam bentuk bidang media yakni media massa. yang saya baca secara sederhana budaya massa serupa dengan budaya popular dalam basis penggunanya: masyarakat kebanyakan. Namun, berbeda dengan budaya popular yang tumbuh dari masyarakat sendiri, budaya massa diproduksi lewat teknik-teknik produksi massa industri. Budaya tersebut dipasarkan kepada massa secara komersial. Selain adanya persamaan diantara keduanya, budaya massa dan budaya populer juga memiliki perbedaan, Pembeda paling penting di antara keduanya tidak terutama terletak pada jumlah khalayak yang menerimanya, melainkan lebih pada motif di belakang produksi yang menghasilkan dua jenis produk budaya tersebut. Budaya massa jelas budaya yang semata-mata dan secara langsung merupakan objek untuk konsumsi massa, sedangkan budaya populer tak melulu hanya dikonsumsi massa tapi juga sering dikonsumsi oleh kalangan elit-terpelajar.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

     
  100. Anonim Says:
  101. nama : ratiwi noviana
    nim : 07071002082

    assalamu'alaikum wr.wb

    ibu dyah yang say hormati.
    menurut saya, budaya massa dan budaya populer saling berhubungan. dimana budaya massa dan budaya populer dapat ditemukan dalam kehidupn masyarakat sehari-hari. budaya massa dan budaya populer dapat disebar luaskan melalui media massa. melalui media massa, masyarakat dapat menyerap budaya massa ataupun budaya populer.
    sebagai contohnya yakni model pakaian. dengan adanya media massa, masyarakat luas dapat meniru model pakaian yang sedang ngetrend.

    demikian komentar dari saya.
    saya mohon maaf atas segala kekurangan.
    wassalamu'alaikum wr.wb

     
  102. Anonim Says:
  103. Nama: Dewi Handayani
    Nim: 07101002001

    Assalammu’alaikum wr.wb
    Terlebih dahulu saya memohon maaf kepada ibu,apabila dalam isi komentar saya terdapat kata yang salah.
    Menurut pendapat saya, Budaya massa merupakan produk kebudayaan yang terus menerus direproduksi sekaligus dikonsumsi secara massal, sehingga industri yang tercipta dari budaya massa ini berorientasi pada penciptaan keuntungan sebesar-besarnya. Budaya massa ini adalah sebagai akibat dari kritik atas budaya tradisional, dimana budaya tradisional ini muncul dan berasal dari masyarakat itu sendiri dan tidak terikat atau tergantung pada media massa. Budaya tradisional itu sendiri terbangun dari proses adaptasi dari interaksi kelas elit masyarakat dalam hal estetika, sangat mengagungkan kesusatraan dan tradisi keilmuan.Budaya massa lebih kurang menunjuk pada berbagai produk dan praktek-praktek kultural yang melibatkan sekumpulan besar orang tanpa organisasi sosial, adat, tradisi, struktur peran dan status, tidak memiliki kompetensi dalam menilai kualitas suatu produk budaya, dan juga...berselera dangkal! Bagi mereka yang “terjerat” di dalamnya, produk-produk dari kebudayaan massa adalah komoditas yang semata-mata ditujukan untuk konsumsi, (dan celakanya) tanpa mereka sendiri memiliki kesanggupan untuk menolaknya-meskipun umur produk-produk itu relatif sementara.Bagaimana kita dapat mengenali produk-produk dan/atau praktek-prakteknya? Untuk mengenalinya, menurut Kuntowijoyo dalam tulisannya (“Budaya Elite dan Budaya Massa”), kita dapat lihat dari ciri-ciri yang selalu menyertainya. Sebab kebudayaan massa adalah akibat dari massifikasi. Adapun massifikasi sendiri, terjadi bila orang kebanyakan memakai simbol lapisan atas melalui proses industrialisasi dan komersialisasi dalam sektor budaya, sekalipun industrialisasi dan komersialisasi tidak selalu berarti negatif bagi budaya.
    Raymond Williams memberikan tiga definisi yang sangat luas. Pertama, suatu proses umum perkembangan intelektual, spriritual dan estetis. Kedua, pandangan hidup tertentu dari masyarakat, periode, atau kelompok tertentu. Ketiga, karya dan praktik-praktik intelektual, khususnya aktivitas artistik (Storey: 1993, 2-3). Sedang terhadap istilah populer, Williams memberikan empat makna: ‘banyak disukai orang’, ‘jenis kerja rendahan’, ‘karya yang dilakukan untuk menyenangkan orang’, dan ‘karya yang memang dibuat oleh orang untuk dirinya sendiri’ (Storey: 1993, 10). Jika di sini kita berusaha memahami arti dari ‘budaya populer’, gabungan antara definisi ‘budaya’ yang kedua dan ketiga ditambah dengan makna pertama dari kata ‘populer’ adalah pilihan yang saya coba tawarkan. Budaya populer adalah pandangan hidup, praktik, dan karya yang banyak disukai orang.

     
  104. Anonim Says:
  105. NAMA:NYAYU FADILLAH YULIANA
    NIM:07101002057


    Assalamualikum wr.wr
    Ibu dyah kalau menurut pendapat saya budaya massa dan budaya populer memiliki kaitan hubungan yang sangat erat. hal ini berawal dimana adanya rasa keingintahuan masyarakat terhadap informasi-informasi, maka untuk memenuhi kebutuhan akan informasi-informasi muncullah sarana media massa sebagai penghubung interaksi komunikasi didalam kehidupan masyarakat, dimana media massa ini menjamur didalam masyarakat untuk memenuhi berbagai macam informasi untuk kebutuhan masyarakat ,yang kemudian terjadilah suatu budaya massa, budaya massa ini terbentuk untuk dan oleh masyarakat sendiri ,yang dikarenakan oleh semakin berkembangnya media massa didalam masyarakat lalu media massa mulai trand atau popular dikalangan masyarakat, yang lama- kelamaan mejadikan budaya massa sebagai budaya populer dimasyakarat.

    sekian menurut komentar saya terma kasih
    Wassalamualikum Wr.Wb

     
  106. Anonim Says:
  107. Nama : Panser Parubi
    Nim : 07091002040

    Assalammualaikum Wr.Wb.
    Media Massa,.
    Berbicara tentang media masaa tentu tak luput dari jurnalistik.karena dengan jurnalis meliput berbagai media tersebut dapat dengan cepat menyebarkan media tersebut hingga khalayak ramai.
    Namun terkadang peran jurnalistik juga tidak memperhatikan sisi budaya seseorang,yang sering melebih-lebihkan pemberitaan yang sedang terjadi. akhir-akhir ini media massa cenderung berkesan kurang baik,karena terlalu melebih-lebihkan pemberitaan, misalnya kasus Cicak buaya, Gayus hingga Kasus yang paling hangat saat ini adalah kasus yang menimpa bendahara umum partai demokrat Nazaruddin zulkarnain. berita tersebut seolah menutupi berita lain yang juga tidak kalah penting, sehingga orang lupa akan kasus yang telah terjadi pada saat lalu. seprti kasus bank Century,.

    Dilihat di sisi baik, Masyarakat dapat dengan cepat menerima informasi,.
    Namun di sisi negatif, Media juga mampu mengubah pola fikr/ budaya masyarakat dengan cepat dan radikal.karena terlalu mengarah ke arah budaya barat yang sangat tidak cocok di negara kita,.dan tidak mendidik.

    Demikian yang bisa saya sampaikan,
    Lebih dan kurang saya mohon Maaf,
    Wassalamualaikum Wr Wb..

     
  108. Anonim Says:
  109. Nama : Dwi Setiawan
    Nim : 07091002054

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut pendapat saya Budaya massa adalah produk kebudayaan yang terus menerus direproduksi sekaligus dikonsumsi secara massal, sehingga industri yang tercipta dari budaya massa ini berorientasi pada penciptaan keuntungan sebesar-besarnya. Budaya massa ini adalah sebagai akibat dari kritik atas budaya tradisional, dimana budaya tradisional ini muncul dan berasal dari masyarakat itu sendiri dan tidak terikat atau tergantung pada media massa. Budaya tradisional itu sendiri terbangun dari proses adaptasi dari interaksi kelas elit masyarakat dalam hal estetika, sangat mengagungkan kesusatraan dan tradisi keilmuan.
    Sedangkan pada budaya massa, sebagai kritik atas budaya tradisional, merujuk kepada proses pluralisme dan demokrasi yang kental, berusaha untuk menghilangkan kelas-kelas yang mendasarkan dirinya pada budaya modal, borjuasi dan elitisme, dengan mengedepankan kebersamaan dan egalitarianisme. Namun secara negatif, budaya massa juga banyak diartikan sebagai perilaku konsumerisme, kesenangan universal yang bersifat hanya seketika, mudah punah, dan memiliki makna yang dangkal dan tidak bersifat ganda, mengacu kepada pengertian produk budaya yang diciptakan semata-mata untuk pasar.

     
  110. rahmawati Says:
  111. RAHMAWATI
    07101002066

    Assalamua’alaikumWr.Wb.
    Di dalam pemahaman tentang budaya massa dan budaya populer. Disini saya mengartikan budaya massa dan budaya populer saling berkaitan satu sama lainnya. Budaya massa sebuah kebiasaan yang telah digunakan oleh khalayak umum di dalam kehidupan sehari-hari, dimana budaya massa ini tidak terlepas dari suatu budaya yang dinamakan budaya populer. Di dalam cangkupan tersebut budaya massa dan budaya populer yang dilakukan oleh masyarakat dengan melakukan interaksi sosial atau berkomunikasi, seperti dalam hal nya berkomunikasi melalui media massa. Media massa pada kehidupan modernisasi yang serba canggih, maju, dan lengkap, dapat mempermudah dalam hal apapun salah satu dalam berkomunikasi, yakni baik berkomunikasi massa atau pada masyarakat luas. Dari apa yang dihasilkan oleh media massa dapat menghasilkan suatu budaya populer yang telah menjadi kebiassan masyarakat sekarang dengan media massa tadi, masyarakat dapat melihat, mengetahui dan meniru apa yang menjadi populer di dalam kehidupan ini. Contohnya saja dari apa yang dihasilkan oleh media massa masyarakat dapat meniru apa yang terpopuler sekarang seperti media massa (televise) melihat gaya berpakaian masa kini, teknologi yang serba canggih, mengikuti trend-trend sekarang dan lain sebagainya. Tetapi dapat memberikan nilai negatif dari suatu budaya pupuler tadi, masyarakat dapat meninggalkan budaya-budaya yang lama atau tradisional yang hampir terlupakan. Media massa dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif juga.

     
  112. Nama: Ekta naida hasanah
    Nim : 07101002017

    Assalamualaikum wr.wb
    Menurut pendapat saya massa merupakan kumpulan orang yang bergabung menjadi satu yang mempunyai tujuan dan diantara sekumpulan orang tersebut mempunyai latarbelakang, kelas sosial , ekonomi sosial dan budaya yang berbeda-beda . untuk meningkatkan solidaritas yang ada dalam pekerja jasa saat mencapai tujuan tersebut , massa terdiri dari individu-individu yang anonim dan kurang memiliki kesadaran diri dan identitas diri meski anggotanya heterogen dan dari semua lapisan sosial.
    pada umumnya budaya massa di pengaruhi oleh budaya populer , kebudayaan populer berkaitan dengan masalh keseharian yang dapat dinikmati oleh semua orang atau kalangan tertentu seperti pementasan mega bintang kedaraan pribadi , fasion , model rumah, perawatan tubuh dan sebagainya. Budaya populer juga menjadi bagian dari budaya elite dalam masyarakat tertentu , sebagaimana yang dijelaskan bahawa budayapopuler lebih banyak mempertontonkan sisi hiburan yang mengesankan lebih konsumtif.

     
  113. Tri Asmarani Says:
  114. Nama : Tri Asmarani
    Nim : 07101002005

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut pendapat saya, massa meerupakan sekumpulan dari individu-individu yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya dalam kehidupan. Sedangkan pengertian dari budaya massa itu sendiri merupakan suatu tradisi yang telah tertanam dalam kehidupan dari massa tersebut. Faktor yang pasti sangat mempengaruhi budaya massa itu sendiri adalah budaya populer. Budaya populer merupakan suatu kebiasaan yang ada yang dapat berubah dan menjadi suatu kebudayaan. Budaya massa lebih kepada nilai-nilai yang telah mentradisi dalam suatu masyarakat yang akan diturunkan secara turun temurun, namun budaya populer biasanya akan berkembang dan berjalan seiring perputaran waktu seperti perubahan fashion dalam model berbusana yang setiap tahunnya akan menjadi tren dalam suatu massa.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

     
  115. Anonim Says:
  116. Nama : Adetia Reza Ariska
    Nim : 07101002062

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Ibu Dyah yang saya hormati.

    Menurut pandangan saya, budaya massa adalah kebudayaan yang terus menerus direproduksi sekaligus dikonsumsi secara massal, sehingga industri yang tercipta dari budaya massa ini berorientasi pada penciptaan keuntungan sebesar-besarnya. Budaya massa tak terlepas dari peran media massa yaitu, sebagai pendistributor berita dan acara dari media massa yang akan disampaikan ke khalayak ramai. Masyarakat juga harus cerdas mensharingnya karena dari berita dan acara yang disuguhkan menimbulkan dampak positif dan negatif. Contoh dampak positifnya yaitu, masyarakat dapat memperoleh wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi dari berita-berita di seluruh pelosok dunia sedangkan dampak negatif yang perlu di waspadai yaitu, acara hiburan yang tidak mendidik serta mengglobalnya budaya westernisasi yang sering di sugguhkan oleh media massa itu sendiri. Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya popular sebagai sumber budaya massa. Bahkan secara tegas dikatakan bahwa bukan popular kalau budaya massa artinya budaya tradisional dapat menjadi budaya popular apabila menjadi budaya massa. Dengan kata lain berbicara mengenai budaya populer tidak lepas dari peran sebuah media massa dalam menghubungkan seluruh unsur masyarakat satu dengan yang lainnya dengan melalui produk media massa yang di hasilkan. Jadi budaya massa dan budaya populer sangat berkaitan erat satu sam lainnya dan akan selalu beriringan dari waktu ke waktu.

    Mungkin itu saja yang dapatsaya sampaikan.
    Terima kasih'
    Wassalamualaikum Wr.Wb

     
  117. Nama: whelly saputra
    Nim : 07101002030

    assalamualaikum Wr.wb

    menurut pendapat saya budaya massa dengan budaya populer memiliki persamaan yang dimana budaya massa itu dipengaruhi oleh budaya populer. budaya massa merupakan kebiasaan dimana massa atau kumpulan melakukan suatu khalayak umum kebiasaan sehari-hari.tetapi budaya massa ini memiliki banyak lapisan sosial dari semua kalangan.Budaya massa lebih bersifat massal, terstandarisasi dalam sistem pasar yang anonim, praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan selera dangkal/murahan. Secara evaluatif dapat dikatakan bahwa budaya massa adalah simbol kedaulatan kultural dari orang-orang yang tidak terdidik.sedangkan budaya populer mempunyai sistem nilai dan evaluasi yang berbeda. Budaya tinggi lebih dilihat sebagai hasil produksi elite, terkontrol, secara estetis ternilai dan mempunyai standar yang ketat - tidak tergantung pad konsumen produk mereka. Tetapi budaya massa dengan budaya populer saling menggunakan komunikasi massa, yang dimana komunikasi massa ini berguna untuk menyebarkan pesan kepada khalayak banyak atau publik.Tetapi pada dasarnya budaya massa dan budaya populer memiliki hubungan satu sama lain yang mana keduanya saling membentuk perubahan sosial dalam masyarakat.

    terima kasih
    wassalamualaikum Wr.wb

     
  118. Nama;ning mala sari
    Nim;07071002032
    assalamualaikum wr wb.


    menurut pendapat saya budaya massa benar ada nya memiliki sifat fositf n negatif.
    karna budaya massa besar pengaruh nya terhadap masyarakat umum,
    budaya massa banyak kita temui n bermacam2 pula orang mengambil keputusan yg terjadi.
    oleh karna itu kita harus pandai2 melihat perkembangan budaya yg terjadi d sekitar kita atau lingkungan.
    dalam perkembangan budaya kita tidak dapat menghindari yg akan terjadi,oleh karna itu kita harus mengambil yg positif aja.


    terima kasih

     
  119. Bilabus Says:
  120. Nama : Parid Ridwan Nurdin
    Nim : 07101002039­ ­

    assalamuallaikum wr wb.

    Dari apa yang saya baca, saya berpendapat Massa yang mempunyai dua makna, yaitu positif dan negatif ini membahas adanya budaya, kecakapan, rasionalitas, solidaritas dan suatu perkumpulan yang berbeda dan bertolak belakang satu dengan yang lainnya.

    Media Massa adalah salah satu kebutuhan dalam berinteraksi di dalam masyarakat baik didalam suatu negara maupun antar negara. dengan adanya kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi informasi dan wawasan setiap harinya, ini dimanfaatkan oleh media industri dalam mendapatkan keuntungan dengan menyediakan Produk media massa baik yang berupa majalah, koran, program keluarga, kuis, film dan sebagainya. yang selalu menampilkan hal baru dan populer, sehingga media massa sangat di minati oleh masyarakat.

    terima kasih,
    hanya itu yang bisa saya sampaikan
    wassalamualaikum Wr.wb

     
  121. Anonim Says:
  122. Nama : Ahmad Mustaqim
    Nim : 07101002070
    Assalamu’alaikum wr. Wb.
    Bu dyah, ditinjau dari salah satu macam teori komunikasi massa, yakni teori jarum suntik Mc. Gure. Teori Inokulasi memberi “vaksin” berupa informasi atau persepsi untuk menghindarkan individu terpengaruhi/menangkal pengaruh. Pada dasarnya, fungsi media Massa tidak hanya membari informasi akan tetapi sebagai kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

    Wasslam wr. wb.
    Mengenai budaya massa dan budaya popular, sebenarnya budya ini saling berkaitan satu sama lain. Ini tidak lepas dari komunikasi yang terjadi pada interaksi sosial yg kemudian menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi budaya karena terkenal di kalangan masyarakat. Suatu budaya harus dikenal suatu masyarakat agr mendapat popularitas di masyakarat itu sendiri dengan peranan media. Dalam pandangan saya budaya massa adalah budaya popular sedangkan budaya popular belum tentu budaya massa. Hal ini dibuktikan oleh sikap masyarkat yang cenderung terpengaruh budaya massa yang akhirnya membrikan hal yang baru baik kearah positif sperti persatuan maupun kearah negatif sperti petikaian dikalangan masyarkt itu sendiri

     
  123. DEDI WAHYUDI Says:
  124. nama :Dedi wahyudi
    nim :07101002022

    assalammualaikum wr.wb.

    bu dyah yang terhormat...
    menurut saya definisi umum dari massa itu adalah orang banyak” atau “sekumpulan orang” –kelompok, kerumunan, publik yang memeliki media tersendiri yang terkoneksi dalam memenuhi fungsi dan kerekteristik nya tersendiri dan juga tidak hanya bisa didefinisikan dari segi positif dan negatif tetapi juga dari segi interpretasi nya..

    sedangkan budaya massa dan budaya popular itu sendiri saling memiliki keterkaitan masing-masing karena sama-sama sebagai hasil budaya yang dibuat secara massif hal bersifat massal, terstandarisasi, praktis, heterogen, lebih mengabdi pada kepentingan pemuasan belaka.

     
  125. Anonim Says:
  126. NAMA : VIARISCA PRAGUSTA
    NIM : 07101002051

    Assalamualiakum Wr. Wb.

    Menurut Saya, budaya massa dipengaruhi oleh budaya populer dan mereka satu sama lain saling berkaitan. Yang mana arti budaya adalah sesuatu yang diturunkan lewat sosialisasi dari lingkungan sekitar kepada anggota-anggota masyarakat tersebut secara turun temurun. Bermula dari proses komunikasi antara individu satu dengan individu yang lainnya, mereka saling berinteraksi lalu menjadi sebuah kebiasaan dan dikenal oleh orang banyak bahkan diturunkan kepada masyarakat lain (terutama golongan muda).
    Budaya massa merupakan kebiasaan dimana massa atau kumpulan melakukan suatu kebiasaan sehari-hari.Budaya massa bersifat massal.
    Sedangkan budaya populer adalah kebudayaan yang diproduksi secara komersial dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa tampaknya ia akan berubah di masa yang akan datang. Budaya polpuler adalah sebuah kebudayaan yang menjadi trend kemudian diikuti oleh orang atau masyarakat banyak. Budaya dibangun berdasarkan kesenangan namun tidak substansial dan mengentaskan orang dari kejenuhan kerja sepanjang hari. Kebudayaan populer menhancurkan kebudayaan tradisional.
    Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya popular sebagai sumber budaya massa. Bahkan secara tegas dikatakan bahwa bukan popular kalau budaya massa artiya budaya tradisional daqpat menjadi budaya popular apabila menjadi budaya massa.

     
  127. Anonim Says:
  128. Nama:Angga Wiranata
    Nim: 07101002031

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Berdasarkan artikel dari Ibu Dyah tersebut, saya berpendapat bahwa pertama, massa dapat diartikan sebagai sekumpulan dari individu-individu . yang mana bila ditinjau dari sisi positif , massa dapat membentuk kekuatan, mengedepankan kebersamaan dan menciptakan solidaritas antar anggota nya untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan ditinjau dari sisi negatif, massa sering kali diartikan sebagai hal yang tidak memiliki intelengensi, kurang akan hal berbudaya dengan baik.
    sedangkan budaya massa merupakan kebudayaan yang diakibatkan dari budaya tradisional, dimana budaya tradisional muncul dari masyarakat dan tidak terikat pada media massa.
    budaya massa dan budaya popular merupakan satu kesatuan dimana kedua nya saling berkaitan. seperti pendapat saya tentang pengertian massa sisi negatif, budaya massa atau budaya populer bersifat konsumerisme(membawa dampak buruk yang berbahaya secara emosional kepada audiens), lebih mengarah pada kesenangan universal yang bersifat hanya seketika, dan mudah lenyap.

     
  129. Nama : Indah Kartika Sari Kesuma
    NIM : 07101002041

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut pendapat saya busaya massa dan budaya popular saling berkaitan satu sama lain, karena unsure massa sering menjadi obyek dari budaya popular tersebut. Dalam penjabarannya massa sering disebut sebagai suatu anggota masyarakat yang membentuk suatu kelompok yamh terdiri dari berbagai tingkat social dan budaya yang berbeda. Suatu massa memilik rasa solidaritas yang tinggi di antara para nggota-anggotanya. Sedikitnya interaksi atau kontak social dalam suatu kelompok massa.sehingga massa tidak dapat bergerak sendiri, tetapi harus ada seseorang yang memimpin pergerakan tersebut.
    Sedangkan yang di maksud media massa adalah institusi yang memhhubungkan struktur masyarakat dengan kejadian-kejadian di sekitarnya. Dalam prosesnya media massa harus memberikan informasi-insormasi yang akuratuntuk masyarakat, oleh sebab itu media massa harus mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya untuk meningkatkan kwalitassurat kabar.
    Didala media massa terdapat unsure-unsur budaya, yaitu budaya massa. Budaya massa dipengaruhi budaya popular, dimana disebut sebagai penghancur budaya tradisional.

     
  130. Nama : Dedi wahyudi
    Nim : 07101002022
    email : dedi_frista@yahoo.com

    Pengertian Sosiologi :
    Asal Kata : Sofie, bercocok tanam, yang berkembang menjadi “socios” dalam bahasa latin yang berarti teman atau kawan.
    Menurut Para Ahli sosiologi adalah:
    Hasan Sadili : Ilmu Masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota atau masyarakat.
    Fausek dan Waren ( Soekanto, 2003:19 ) : Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia, kelompok, dan masyarakat.
    Pengertian Komunikasi
    Asal Kata : Cominication, comunicatio, comunis yang berarti sama makna
    b. Menurut Para Ahli :
    Garbner ( 1967 ) : Komunikasi sebagai sosial interaksi melalui pesan.
    Onong ( 292 ) : Komunikasi adalah Proses penyampaian pikiran, perasaan oleh seorang kepada orang lain.
    3. Sosiologo Komunikasi
    Menurut Soejono Soekanto ( 1992:421 ) Sosiologi Komunikasi merupakan kehususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling mempengaruhi antara individu dengan kelompok, maupun antara kelompok.
    Dalam komunikasi harus ada persiapan agar proses komunikasi berjalan lancar. Ketika pesan berakhir dan muncul informasi baru maka hukum feed back berlaku, komunikator dan komunikan akan berganti peran.

    RANAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI
    1. Materil
    a. Individu
    b. Kelompok
    c. Masyarakat
    d. Dunia
    2. Objek
    Proses sosiologi dan komunikasi
    a. Telematika ( Teknologi Komunikasi )
    b. Efek Media ( isi media )
    c. Perubahan Sosial
    d. Masalah Sosial
    e. Aspek Hukum dan Bisnis Hukum

    selain dari itu dapat dikatan,.Ranah dari sosiologi komunikasi seolah-olah, sama dengan ranah dari sosiologi. Namun, tidaklah demikian. Sosiologi komunikasi tidak mengambil utuh ranah dari sosiologi. Begitu pula dengan komunikasi. Ranah sosiologi komunikasi juga tidak mengambil ranah komunikasi secara keseluruhan.
    dan sosiologi komunikasi juga menjembatani kajian-kajian yang dibicarakan baik dalam bidang ilmu komunikasi maupun sosiologi. Sebagaimana dibahas sebelumnya dalam pengertian sosiologi komunikasi bahwa sosiologi komunikasi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri. Ia merupakan salah satu cabang dari sosiologi yang secara khusus membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan proses komunikasi dalam masyarakat.
    Dengan demikian, kita dapat mengerti bahwa sosiologi komunikasi memperbincangkan berbagai isu berkenaan dengan komunikasi berdasarkan perspektif sosiologis. Misalnya saja, dampak media massa bagi masyarakat, dan sebagainya...

    wassallammualaikum.wr.wb

     
  131. Anonim Says:
  132. NAMA : RETTI UTAMI
    NIM : 07071002028
    EMAIL : rettiutami@yahoo.com
    RANAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI
    Lahirnya Sosiologi Komunikasi
    Asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, dimana Marx sendiri termasuk pendiri sosiologi yang beraliran Jerman. Gagasan-gagasan awal Marx tidak pernah lepas dari pemikiran Hegel. Sementara Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Marx. lalu pemikiran Hegel,Menurut Ritzer sebagaimana dikutip Bungin, pemikiran Hegel yang paling utama adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika dipahami sebagai cara berpikir yang mana menekankan arti pentingnya suatu proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi. Dialektika juga dipahami oleh Hegel sebagai bagian yang berhubungan satu dengan lainnya. Nah, ternyata berawal dari pengajarannya tentang dialektika/hubungan inilah lalu kemudiannya timbullah gagasan-gagasan tentang komunikasi. Gagasan-gagasan ini, oleh Jurgen Habermas disebut dengan tindakan komunikasi (interaksi).
    Ranah Sosiologi Komunikasi
    Ranah sama dengan domain, atau bisa juga dikatakan sebagai wilayah kerja. Sebagai sebuah disiplin ilmu, sosiologi komunikasi memiliki ranah/domain. Menurut Bungin (2007:36), domain atau ranah sosiologi adalah individu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Selanjutnya, ranah-ranah ini juga bersentuhan langsung dengan wilayah lainnya seperti komunikasi, efek media massa, budaya kosmopolitan, proses dan interaksi sosial, dan teknologi informasi dan komunikasi. Ranah dari sosiologi komunikasi seolah-olah, sama dengan ranah dari sosiologi. Namun, tidaklah demikian. Sosiologi komunikasi tidak mengambil utuh ranah dari sosiologi. Begitu pula dengan komunikasi. Ranah sosiologi komunikasi juga tidak mengambil ranah komunikasi secara keseluruhan. Lalu, bagaimana hubungan antara ranah sosiologi komunikasi dengan ranah dari sosiologi dan komunikasi? Ternyata, sosiologi komunikasi menjembatani kajian-kajian yang dibicarakan baik dalam bidang ilmu komunikasi maupun sosiologi. Sebagaimana dibahas sebelumnya dalam pengertian sosiologi komunikasi bahwa sosiologi komunikasi bukanlah ilmu yang berdiri sendiri. Ia merupakan salah satu cabang dari sosiologi yang secara khusus membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan proses komunikasi dalam masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mengerti bahwa sosiologi komunikasi memperbincangkan berbagai isu berkenaan dengan komunikasi berdasarkan perspektif sosiologis. Misalnya saja, dampak media massa bagi masyarakat, dan sebagainya. ranah sosiologi komunikasi berada pada wilayah individu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. di mana ranah ini bersentuhan dengan wilayah lain, hal-hal yang telah disajikan di muka dapat digolongkan menjadi dua ranah yang menyeluruh: komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi bloom membedakan tiga tipe atau ranah (hasil) belajar, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan intelektual, yaitu, perkara bagaimana menjadikan jurnalisme bukan lagi sebuah ranah yang semata-mata dikuasai oleh para jurnalis. dikuasai dalam arti diproduksi, kekerasan terhadap perempuan tidak mengenal batas, strata ataupun latar belakang perempuan itu, baik yang terjadi di ranah domestik maupun di ranah publik.
    wassallammualaikum.wr.wb

     
  133. Anonim Says:
  134. NAMA : HADIMAS BAGUS
    NIM : 07071002020
    Assalamualaikum Wr.Wb


    RANAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI
    Pengertian Sosiologi Komunikasi
    Sosiologi berasal dari kata latin socius yang berarti masyarakat, dan kata Logos yang berarti ilmu. Dalam kamus, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat.
    Ilmu Sosiologi muncul bersamaan dengan ilmu psikologi pada abad 19, dimana ilmu sosiologi merupakan perkembangan dari ilmu filsafat sosial. Filsafat merupakan induk ilmu pengetahuan. Istilah sosiologi dipopulerkan oleh Hebert Spencer lewat bukunya berjudul Principles of Sociology.
    Sosiologi Komunikasi
    Sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang di susun secara sistematis berdasarkan analisis berfikir logis.
    Sosiologi mempelajari komunikasi dalam konteks interaksi sosial dalam masyarakat, baik yang berhubungan dengan media secara langsung dan tidak langsung.
    Colin cherry(1964) mendefinisikan komunikasi sebagai usaha untuk membuat satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda, memiliki serangkaian peraturan bersama untuk berbagai kegiatan mencapai tujuan
    Tujuan dari sosiologi komunikasi adalah dapat mengetahui pengaruh faktor sosial dalam komunikasi serta dapat memahami keadaan sosiologi yang timbul dalam komunikasi.

    Di bukunnya Bungin menjelaskan (2007:36), domain atau ranah sosiologi adalah individu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Selanjutnya, ranah-ranah ini juga bersentuhan langsung dengan wilayah lainnya seperti komunikasi, efek media massa, budaya kosmopolitan, proses dan interaksi sosial, dan teknologi informasi dan komunikasi.Sebagai salah satu disiplin ilmu sosial, sosiologi komunikasi juga menempatkan manusia sebagai objek kajian materiilnya.

    objek formal dari sosiologi komunikasi adalah proses sosial dan komunikasi dalam masyarakat atau interaksi sosial. teknologi telekomunikasi, media dan informatika. Kita tahu, kemajuan teknologi sangat membawa dampak dan perubahan yang besar dalam hampir seluruh aspek masyarakat. Salah satunya media massa. Pengaruh media massa bagi masyarakat tidak bisa terlepas dari kemajuan dan kecanggihan teknologi komunikasi. Efek media massa ikut membentuk berbagai perubahan dalam masyarakat. Sebut saja, ada perubahan pola dan gaya hidup masyarakat, menciptakan perubahan sosial dan pola komunikasi dalam masyarakat, hingga terciptanya komunitas atau masyarakat maya. Selain itu, pengaruh teknologi komunikasi pun dapat merambah ke dunia ekonomi dan hukum.

    wassallammualaikum.wr.wb

     
  135. Anonim Says:
  136. Nama : Ibrahim Martawijaya
    Nim : 07071002064

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Individu ialah merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.
    Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
    Sekarang ini sedang terjadi revolusi yang luar biasa menarik, mencengangkan dan sekaligus menantang bagi manusia. Revolusi ini menarik karena revolusi ini membawa perubahan terhadap pola dan struktur proses komunikasi manusia. Revolusi ini juga mencengangkan karena dari revolusi tumbuh dan berkembang teknologi informasi manusia yang pada akhirnya mampu untuk melampaui batasan ruang dan waktu. Revolusi ini juga menantang karena revolusi ini juga membawa pengaruh “tidak sehat” terhadap manusia yang gagap dan rakus “gelojoh” terhadap pola-pola kemudahan teknis yang ditawarkan oleh revolusi ini. Perputaran produksi, konsumsi dan distribusi informasi semakin cepat dialami dan dimiliki oleh sistem masyarakat baru yang global dengan didukung oleh kekuatan dan ekspansi ekonomi, jaringan sistem informasi global serta terakhir disokong oleh teknologi.
    Dengan mengukur perkembangan komunikasi dari pengaruh pra-lisan, tradisi lisan, tulisan, cetakan, media massa dan akhirnya telematika dapat disimak bahwa bagaimana lambannya gerakan proses kebudayaan komunikasi tersebut pada proses awalnya, tapi kemudian terakselerasi secara cepat dan massif pada era belakangan ini (Asa Briggs, 2002). Teknologi dalam perkembangan arus produksi, konsumsi dan distribusi informasi memegang peranan penting. Urgensi peranan teknologi dalam proses massifikasi informasi terletak ketika hasil teknologi membantu mengubah pola komunikasi yang dibatasi oleh ruang dan waktu menjadi pola komunikasi informasi tanpa batas. Dengan demikian, pada dasarnya teknologi bersifat baik. Maka tidak mengherankan apabila terjadi perubahan dari media massa tradisional menjadi media massa baru. Pada akhirnya media baru dalam konteks teknologi dan globalisasi mengalami perubahan yang sedemikian kompleks. Globalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam industri dan teknologi media komunikasi.
    Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
    Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial.

     
  137. Anonim Says:
  138. Nama : M. Rizki Afriza
    Nim : 07071002044
    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Ranah sosiologi komunikasi
    Dimana individu merupakan suatu mahluk sosial yang saling memerlukan satu sama lain karena itu individu akan membentuk kelompok-kelompok dan itu terjadi pada masyarakat di dunia dan komunikasi merupakan cara yang digunakan oleh setiap individu untuk berhubungan. komunikasi ataupun hubungan tersebut sesuai dengan nilai-nilai sosial di dalam suatu masyarakat. Dalam komunikasi, manusia saling pengaruh-mempengaruhi timbal balik Karenanya Komunikasi menjadi dasar daripada kehidupan sosial. Komunikasi merupakan suatu proses sosial komunikasi itu dapat di Pandang sebagai sistem dalam suatu masyarakat, maupun sebagai proses sosial. Bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial interaksi yang adalah kunci semua kehidupan sosial, tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.. Dan interaksi ini bisa dilakukan dimana pun baik secara langsung maupun tak langsung. Teknologi telematika juga bisa menjadi sarana komunikasi dan interkasi misalnya : telepon dan internet dengan teknologi telematika ini kita bisa berinteraksi dan berkomunikasi dimana pun kita berada. Teknologi telematika ini merupakan suatu bagian dari media massa dimana informasi yang disampaikan bisa tersampaikan dengan cepat keseluruh pelosok dunia. Media massa ini juga memiliki suatu efek-efek positif maupun yang negatif. Ada 3 efek media massa :1. Efek kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya informative bagi dirinya. 2. Efek ini kadarnya lebih tinggi daripada Efek Kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan hanya sekedar memberitahu kepada khalayak agar menjadi tahu tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, setelah mengetahui informasi yang diterimanya, khalayak diharapkan dapat merasakannya.3. Efek behavioral merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan. Misalkan Adegan kekerasan dalam televisi atau film akan menyebabkan orang menjadi beringas. pengaruh media massaa sangat besar dimana bisa-bisa menimbulkan suatu budaya kosmopolitan. Sebuah budaya yang mengagung-agungkan kemutakhiran dan modernisasi di mana budaya kosmopolitan ini yang dimana budaya cosmopolitan cenderung dilakukan oleh generasi muda Generasi muda sekarang bukan hanya suatu generasi yang hidup dalam perubahan. Misalnya Gaya hidup gaul yang marak digandrungi generasi muda tidak tercipta di luar dirinya dan dengan sendirinya.. dan ini bisa membuat alienasi budaya. wassallammualaikum.wr.wb

     
  139. Anonim Says:
  140. Nama : Randi
    NIM : 07101002002
    Email : randi.iboe@gmail.com
    Ranah Sosiologi Komunikasi
    Komunikasi
    Sosiologi komunikasi sebagai jembatan antara studi sosiologi dan studi komunikasi dibangun berdasarkan kajian sosiologi tentang interaksi sosial yang dikenal dengan subkajian masalah komunikasi, kemudian menariknya ke dalam studi komunikasi yang berkaitan dengan sosiologi yaitu studi-studi media, dampak mediamaupun perkembanganteknologi komunikasi. Sosilogi komunikasi selain bersifat interdisipliner dan terbuka terhadap sumbangan disiplin ilmu lain. Sosiologi memiliki memiliki objek kajian yang terbuka luas setiap saat, seirama dengan cepatnya perubahan-perubahan sosial-budaya dan teknologi media yang berkembang di masyarakat beserta semua aspek yang mengikutinya
    Efek Media Massa
    Media massa memberikan efek yang luar biasa pada masyarakat. Efek media memiliki ruang bahasan yang luas terhadap konsekuensinya pada proses-prose sosial, baik menyangkut individu, kelompok, masyarakat maupun dunia, termasuk pula aspek-aspek yang merusak, seperti kekerasan, pelecehan, penghinaan, bahkan sampai pada masalah-masalah kriminal.Pengaruh efek media massa juga memberikan dampak pembentukan life style dan lahirnya norma sosial baru di masyarakat terutama pada masyarakatan cosmopolitan, sekulercerdas, professional, materialis dan hedonis,serta modis.
    Teknologi Telematika
    Aspek yang paling dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain adalah aspek telematika dan realitasnya. Aspek ini menyangkut persoalan teknologi media, teknologi komunikasi, dan berbagai persoalan konvergensi yang ditimbulkannya termasuk realitas maya yang dihasilkan oleh telematika dan aspek-aspeknya serta pengaruhnya terhadap perkembangan media massa memberikan efek yang luar biasa pada masyarakat. Telematika mampu membuat atau menciptakan masyarakat baru yaitu cybercommunity.
    Proses dan Interaksi Sosial
    Komunikasi boleh dilihatkan sebagai proses untuk menghantar maklumat yang tertakluk kepada tiga tingkat peraturan semiotik:
    1. Sintaks (sifat tanda dan simbol yang formal)
    2. Pragmatik (berkenaan dengan hubungan antara tanda/ungkapan dan pengguna)
    3. Semantik (kajian tentang hubungan antara tanda, simbol, dan maknanya).
    Oleh itu, komunikasi merupakan interaksi sosial antara semiotik yang sama. Teori pengawalan bersama memerlihatkan komunikasi sebagai satu proses belajar yang kreatif dan dinamik. Komunikasi adalah jiwanya interaksi sosial, demikian kata Laswell. Ebiquitas (sifatnya yang ada dimana-mana) komunikasi telah menjadikannya menarik untuk dikaji dalam perspektif yang komprehensif, apalagi bila dikaitkan dengan sosial-budaya.
    Budaya Kosmopolitan
    Sebagai salah satu fenomena yang terjadi dalam masyarakat adalah memunculkan budaya yang uniqe di masyarkat kosmpolitan (kota). Sebuah budaya yang menampilkan tipikal khas masyarakat kota dan pola interaksi sosial tingkat elite. Di Indonesia, budaya seperti ini sesungguhnya telah menunjukan perkembangan dalam kurun waktu yang telah lama. Hanya kalau kita amati kita dapat melihat perkambangan yang semakin intensif. Baik dalam kuantitas maupun keragaman corak ekspresinya.Kemudian hal lain yang menonjol adalah, fenomena yang juga hampir mendera semua dimensi dan aspek kehidupan. Baik itu aspek sosial, bisnis, hiburan, ekonomi, hingga politik.
    Individu Kelompok Masyarakat Dunia
    Dengan pola interaksi yang baik akan menciptakan perubahan dalam masyarakat. Dan akan menjadikan komunikasi yang baik antara individu, kelompok, masyarakat dunia. Kemudian akan terbentuk komunikasi yaitu;
    1. Komunikasi individu-individu
    2. Komunikasi individu-kelompok
    3. Komunikasi kelompok-kelompok
    Selain itu akan menbentuk komunikasi individu dengan masyarakat dan juga kelompok akan membentuk komunikasi dengan masyarakat. Sehingga akan terciptalah masyarakat dunia yang harmonis dan mengarah kepada perubahan sosial.

     
  141. Anonim Says:
  142. NAMA : AFRIAN SETIANTO
    NIM : 07071002067
    EMAIL : jakarta_kota_tua@yahoo.co.id
    ranah sosiologi komunikasi

    Menurut Bungin (2007:36), domain atau ranah sosiologi adalah individu, kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Selanjutnya, ranah-ranah ini juga bersentuhan langsung dengan wilayah lainnya seperti komunikasi, efek media massa, budaya kosmopolitan, proses dan interaksi sosial, dan teknologi informasi dan komunikasi.
    Dalam teorinya Anderson mengatakan bahwa: komunikasi adalah suatu komunikasi dimana kita bisa memahami dan dipahami oleh orang lain. Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara konstan berubah sesuai dengan situasi yang berlaku.
    Saat ini,kendali arah perkembangan sosiologi komunikasi ditentukan oleh pesatnya perkembangan dunia teknologi komunikasi yang kmudian secara simultan mempengaruhi ranah-ranah social dan budaya masyarakat di setiap lapisan masyarakat. Dengan demikian, maka luasan objek kajian sosiologi komunikasi diperkembangan ranah-ranah social budaya dan teknologi media itu dengan segala aspek yang mengikutinya.
    Objek sosiologi komunikasi adalah manusia yang menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk social yang melakukan aspek sosiologis yaitu aspek social dan komunikasi, aspek ini merupakan aspek dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain. Aspek lainnya adalah telematika dan realitas. Aspek ini menyangkut persoalan teknologi media, teknologi komunikasi, dan berbagai persoalan konvergensi yang ditimbulkan termasuk realitas maya yang dihasikan oleh telematika sebagai ruang public baru yang tanpa batas dan memiliki masa depan yan cerah bagi ruang kehidupan. Sebaliknya perkembangan telematika dan aspek-aspek pengaruhnya terhadap perkembangan media massa memberikan efek yang luar biasa pada masyarakat.
    Efek media memliki ruang bahasan yang luas terhadap konsekuensinya pada proses-proses social itu sendiri, baik menyangkut individu, kelompok, masyarakat mapun dunia, termasuk aspek-aspek yang merusak seperti, kekerasan, pelecehan, penghinaan, bahkan sampai pada masalah-masalah criminal. Pengaruh-pengaruh efek media juga ikut membentuk life style lahirnya norma social baru di masyarakat terutama pada masyarakat cosmopolitan seperti, sekuler, cerdas, professional, materialis, hedonis, dan modis.
    wassallammualaikum.wr.wb

     
  143. Anonim Says:
  144. Nama : Muhammad Firdaus
    Nim : 07071002093
    Email : dauz_kotak@yahoo.com

    RANAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI

    Untuk kepentingan pendefinisian komunikasi, umumnya para pakar ilmu komunikasi merujuk pada pandangan Harold Lasswell dalam bukunya The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell (Effendy, 1997 : 10) yang menjelaskan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan berikut: Who Says What in Which Channel to Whom with What Effect? Bila diterjemahkan maka akan menjadi: Siapa Mengatakan Apa dengan Saluran Apa kepada Siapa dan dengan Efek Apa?. Bila kita menyimak baik-baik formulasi Lasswell ini maka akan dapat memahami elemen-elemen penting dari komunikasi. Kata who (siapa) dalam konteks komunikasi merujuk kepada seorang pemberi pesan. Pemberi pesan ini biasanya dikenal dengan sebutan sumber informasi, komunikator, atau pengirim pesan. Says what (mengatakan apa) merujuk pada apa yang diperkatakan. Dalam hal ini pesan atau isi dari percakapan/pembicaraan. Pesan ini lalu kita kenal dengan sebutan verbal (melalui kata-kata dan atau tulisan) dan non verbal (menggunakan bahasa isyarat). In which channel (dengan saluran apa) mengarah pada alat atau saluran atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Manusia dapat menggunakan bermacam-macam saluran dalam berkomunikasi. Media yang paling praktis dan semua orang menggunakannya saat berkomunikasi adalah panca indera manusia. Selain itu, kita juga mengenal saluran komunikasi menggunakan alat bantu seperti telepon, telegram, dan surat). Ada juga saluran komunikasi yang digunakan untuk khalayak yang jumlahnya lebih besar (massa) yaitu media cetak dan elektronik.
    To whom (kepada siapa) ditujukan untuk penerima pesan. Penerima pesan ini disebut juga sebagai komunikan, atau receiver. Bila anda berinisiatif menelpon sahabat anda, maka sahabat anda itu disebut sebagai komunikan. With what effect (dengan efek apa) merujuk pada pengaruh yang ditimbulkan dari komunikasi. Pengaruh ini dapat meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sikap lawan bicara.
    Saat ini,kendali arah perkembangan sosiologi komunikasi ditentukan oleh pesatnya perkembangan dunia teknologi komunikasi yang kmudian secara simultan mempengaruhi ranah-ranah social dan budaya masyarakat di setiap lapisan masyarakat. Dengan demikian, maka luasan objek kajian sosiologi komunikasi diperkembangan ranah-ranah social budaya dan teknologi media itu dengan segala aspek yang mengikutinya.
    Objek sosiologi komunikasi adalah manusia yang menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk social yang melakukan aspek sosiologis yaitu aspek social dan komunikasi, aspek ini merupakan aspek dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain. Aspek lainnya adalah telematika dan realitas. Aspek ini menyangkut persoalan teknologi media, teknologi komunikasi, dan berbagai persoalan konvergensi yang ditimbulkan termasuk realitas maya yang dihasikan oleh telematika sebagai ruang public baru yang tanpa batas dan memiliki masa depan yan cerah bagi ruang kehidupan. Sebaliknya perkembangan telematika dan aspek-aspek pengaruhnya terhadap perkembangan media massa memberikan efek yang luar biasa pada masyarakat.

     
  145. depta p p Says:
  146. Nama : Depta Pratama Putra
    NIM : 07101002058

    Asslm..
    Salam Super, menurut saya bu Dyah, Budaya massa adalah produk kebudayaan yang terus menerus direproduksi dan terus berkembang sekaligus dikonsumsi secara massal, sehingga masyarakat yang tercipta dari budaya massa ini berorientasi pada penciptaan keuntungan sebesar-besarnya. Budaya massa ini adalah sebagai akibat dari kritik atas budaya tradisional, dimana budaya tradisional ini muncul dan berasal dari masyarakat itu sendiri dan tidak terikat atau tergantung pada media massa. Budaya tradisional itu sendiri terbangun dari proses adaptasi dari interaksi kelas elit masyarakat dalam hal estetika, sangat mengagungkan kesusatraan dan tradisi keilmuan.
    Sedangkan pada budaya massa, sebagai kritik atas budaya tradisional, merujuk kepada proses pluralisme dan demokrasi yang kental, berusaha untuk menghilangkan kelas-kelas yang mendasarkan dirinya pada budaya modal, borjuasi dan elitisme, dengan mengedepankan kebersamaan dan egalitarianisme. Namun secara negatif, budaya massa juga banyak diartikan sebagai perilaku konsumerisme, kesenangan universal yang bersifat hanya seketika, mudah punah, dan memiliki makna yang dangkal dan tidak bersifat ganda, mengacu kepada pengertian produk budaya yang diciptakan semata-mata untuk pasar. Dengan kata lain dalam budaya massa, orientasi produk adalah trend atau mode yang sedang diminati pasar.

    Dan mengenai Budaya Populer, secara sederhana, budaya popular lebih sering disebut dengan budaya pop adalah apapun yang terjadi di sekeliling kita setiap harinya. Apakah itu pakaian, film, musik, makanan, semuanya termasuk dalam bagian dari kebudayaan populer. Baik, sebelum kita lanjut lebih jauh, mari kita bahas definisinya satu persatu. Definisi dari popular atau populer adalah diterima oleh banyak orang, disukai atau disetujui oleh masyarakat banyak. Sedangkan definisi budaya adalah satu pola yang merupakan kesatuan dari pengetahuan, kepercayaan serta kebiasaan yang tergantung kepada kemampuan manusia untuk belajar dan menyebarkannya ke generasi selanjutnya. Selain itu, budaya juga dapat diartikan sebagai kebiasaan dari kepercayaan, tatanan sosial dan kebiasaan dari kelompok ras, kepercayaan atau kelompok sosial.
    Wassalam ^__^

     

Poskan Komentar

Tentang Saya